Limited physical education facilities in schools trigger low student participation, requiring the utilization of environment-based open public spaces. This qualitative case study aims to analyze the utilization of the Kambang Iwak tourist destination as a PJOK learning facility for students of SMA Tri Dharma Palembang. Research subjects involved one PJOK teacher, the vice principal, and thirty eleventh-grade students. Data were collected through field observations, in-depth interviews, documentation, and Likert scale questionnaires analyzed using the Miles and Huberman model. The results showed that the 800-meter jogging track, green open areas, and outdoor gym strongly supported physical fitness materials. Major supporting factors included site accessibility and facility completeness, while inhibiting factors included weather fluctuations and limited time allocation. Implicatively, the use of public space is effective as an innovative solution to the limitations of school infrastructure. In conclusion, the utilization of the Kambang Iwak area is proven effective, contextual, and capable of increasing students' motivation and active participation in PJOK learning. ABSTRAK Keterbatasan fasilitas pendidikan jasmani di sekolah memicu rendahnya partisipasi siswa sehingga membutuhkan pemanfaatan ruang publik terbuka berbasis lingkungan. Penelitian kualitatif studi kasus ini bertujuan menganalisis pemanfaatan destinasi wisata Kambang Iwak sebagai sarana pembelajaran PJOK siswa SMA Tri Dharma Palembang. Subjek penelitian melibatkan satu guru PJOK, wakil kepala sekolah, serta tiga puluh siswa kelas XI. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dokumentasi kegiatan, dan penyebaran angket skala Likert yang dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas jogging track sepanjang 800 meter, area terbuka asri, dan outdoor gym sangat mendukung materi kebugaran jasmani. Faktor pendukung utama meliputi aksesibilitas lokasi dan kelengkapan fasilitas, sedangkan faktor penghambat mencakup fluktuasi cuaca serta terbatasnya alokasi waktu. Implikasinya, pemanfaatan ruang publik efektif menjadi solusi inovatif atas keterbatasan prasarana sekolah. Kesimpulannya, pemanfaatan kawasan Kambang Iwak terbukti efektif, kontekstual, dan mampu meningkatkan motivasi serta partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran PJOK.
Copyrights © 2026