Rumah sakit di Indonesia masih menghadapi ketidaktepatan perencanaan dan pengadaan obat yang mengakibatkan ketidaksesuaian antara kebutuhan dan ketersediaan. Seringkali terjadi ketidaksesuaian antara rencana dan kebutuhan riil saat merencanakan pengadaan obat di RSUD Kabupaten Wakatobi. Sehingga perlu dilakukan evaluasi pengelolaan perencanaan dan pengadaan obat di Instalasi Farmasinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan suplai obat di Instalasi Farmasi RSUD Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini menggunakan mixed methods desain deskriptif. Data kuantitatif diperoleh dari dokumen rencana Kebutuhan Obat (RKO), data pengadaan, dan data pemakaian obat, sedangkan kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 3 informan secara purposive sampling. Data kuantitatif dianalisis menggunakan indikator efisiensi pengelolaan obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penyimpangan perencanaan obat sebesar 37,47% yang berarti tidak efisien karena melebihi standar. Kesesuaian antara pengadaan dengan kenyataan pakai mencapai 159,8%, juga tidak efisien karena melebihi standar ideal. Frekuensi pengadaan obat dilakukan 4 kali per tahun yang termasuk kategori rendah, dan frekuensi kesalahan faktur sebesar 0%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengelolaan obat pada tahap perencanaan di Instalasi Farmasi RSUD Kabupaten Wakatobi masih belum efisien, sedangkan pengelolaan obat pada tahap pengadaan tergolong efisien.
Copyrights © 2026