Bai Athur Ridwan
Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Mandala Waluya, Kendari, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Terhadap Lama Rawat Inap Pada Pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Di Puskesmas Tongkuno Destianita Sari; Bai Athur Ridwan; Muhammad Idrus
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i3.608

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah infeksi yang melibatkan organ saluran pernapasan bagian atas dan bagian bawah yangdapat menyebabkan berbagai macam penyakit dari infeksi ringan sampai berat. Penggunaan obat secara rasional memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga kesehatan masyarakat dengan pemakaian obat yang tepat, proses penyembuhan penyakit dapat berlangsung lebih cepat. Penggunaan antibiotik tidak rasional berdampak serius, terutama memicu resistensi antibiotik (bakteri jadi kebal), membuat infeksi sulit diobati, memperpanjang masa sakit, meningkatkan biaya perawatan, dan risiko kematian. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross-sectional. Pengambilan data dilakukan menggunakan data rekam medik pasien. Rasionalitas penggunaan antibiotika ditentukan dengan menggunakan metode Gyssens. Pada penelitian inimenggunakan uji statistik Chi-square. Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah seluruh data rekam medik sebanyak 283 pasien ISPA dan diperoleh sampel sebanyak 100 data rekam medik yang memenuhi kriteria inklusi pada rawat inap di Puskesmas Tongkuno Kabupaten Muna Tahun 2023. Hasil penelitian pasien ISPA di Puskesmas Tongkuno diketahui bahwa jumlah pasien dengan jenis kelamin perempuan lebih banyak dengan presentase sebesar (53,0%). Antibiotik yang paling sering digunakan adalah Amoxicillin dengan presentase sebesar (77,0%). Hasil rasionalitas antibiotik diperoleh tepat indikasi, tepat dosis, tepat obat, tepat cara pemberian, dan tepat lama pemberian yaitu memiliki hasil yang sama dengan presentase sebesar (86,0%) dan yang tidak rasional sebanyak (14,0%). Nilai p pada hubungan rasionalitas penggunaan antibiotik terhadap lama rawat inap adalah p < 0,001, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara rasionalitas penggunaan antibiotik dengan lama rawat inap pasien ISPA di PuskesmasTongkuno Kabupaten Muna
Uji Efektivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Andong Merah (Cordyline fruticosa (L.) A. Chev.) dan Daun Majapahit (Crescentia cujete L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Atika Rusman; Wa Ode Yuliastri; Bai Athur Ridwan
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i2.173

Abstract

Penyakit infeksi merupakan penyebab utama tingginya angka kesakitan dan angka kematian yang disebabkan olehmikroorganisme seperti bakteri yaitu Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini adalah penelitianeksperimental yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol daun andong merah(Cordyline fruticosa (L.) A. Chev.) dan daun majapahit (Crescentia cujete L.) yang diperoleh di Desa Ranooha Lestari,Kecamatan Buke, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis ujistatistik non parametrik yaitu uji Kruskal-Wallis kemudian dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney dengan taraf signifikasiyaitu P < 0,05. Hasil pengujian skrining fitokimia ekstrak etanol daun andong merah dan daun majapahit positifmengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid. Berdasarkan hasil pengujian antibakteri kombinasiekstrak etanol daun andong merah dan majapahit dengan perbandingan konsentrasi 50% : 25% terbukti dapatmenghambat pertumbuhan bakteri dengan diameter zona hambat 10,3 mm yang tergolong sedang pada bakteri S. aureusdan 13,4 mm yang tergolong kuat pada bakteri E.coli. Akan tetapi kombinasi ekstrak etanol daun andong merah dan daun majapahit belum efektif sebagai antibakteri dikarenakan nilai keefektifannya < 50% dari perbandingan dengan nilai kontrol positif ciprofloxacin.
Hubungan Kualitas Pelayanan Kefarmasian Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Instalasi Farmasi RSUD Kota Kendari Sindi Lestari; Lodes Hadju; Bai Athur Ridwan
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i4.217

Abstract

Kepuasan pasien dapat dikatakan sebagai tolak ukur untuk mengetahui kualitas pelayanan yang diberikan oleh Rumah Sakit. Berdasarkan laporan data di Instalasi Farmasi RSUD Kota Kendari, terjadi penurnan jumlah kunjungan pasien rawat jalan pada tiga tahun terakhir. Jumlah kunjungan pasien tahun 2020 sebanyak 47.432, tahun 2021 sebanyak 42.993 dan tahun 2022 sebanyak 37.657 pasien. Kemudian adanya keluhan pasien terkait ketersediaan obat dan waktu tunggu obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dimensi bukti fisik, kehandalan, ketanggapan, jaminan dan empati terhadap kepuasan pasien. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 19.185 pasien. Sampel yang digunakan sebanyak 100 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Metode analisis yang digunakan yaitu uji Chi square pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan sedang dimensi kehandalan (p value = 0,005 ≤ 0,05) dan hubungan kuat dimensi ketanggapan (p value = 0,000 ≤ 0,05) terhadap kepuasan pasien. Serta tidak terdapat hubungan antara dimensi bukti fisik (p value = 0,136 > 0,05), dimensi jaminan (p value = 0,051 > 0,05), dan dimensi empati (p value = 0,150 > 0,05) terhadap kepuasan pasien. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara dimensi kehandalan dan ketanggapan terhadap kepuasan pasien dan tidak terdapat hubungan antara dimensi bukti fisik, jaminan dan empati terhadap kepuasan pasien.
Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Terpurifikasi Rumput Laut Merah (Eucheuma cottoni) Dipesisir Desa Tampo Kabupaten Muna Dalam Menghambat Pertumbuhan Jamur Candida albicans dan Aspergillus flavus Puspa Hardianti; Bai Athur Ridwan; Firmansyah
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i5.279

Abstract

Antifungi merupakan zat berkhasiat yang digunakan untuk penanganan penyakit yang di sebabkan oleh jamur (kandidiasis). Suatu senyawa dikatakan zat antijamur apabila senyawa tersebut mampu menghambat pertumbuhan jamur. Salah satu tanaman yang dapat berpotensi sebagai antijamur yaitu rumput laut merah (Eucheuma Cottoni). Penelitian ini bertujuan untuk potensi ekstrak terpurifikasi rumput laut merah dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans dan Aspergillus flavus dan mengetahui konsentrasi yang optimal dalam menghambat pertumbuhan jamur. Jenis penelitian eksperimental. Metode yang digunakan yaitu metode ekstraksi maserasi dan ekstraksi cair-cair. Selanjutnya skrining fitokimia untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder rumput laut merah dan dilakukan uji aktivitas antijamur menggunakan metode sumuran pada jamur Aspergillus flavus dan Candida albicans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil ekstraksi terpurifikasi rumput laut merah (Eucheuma Cottoni) menghasilkan rendemen 8,5 gram dan skrining fitokimia ekstrak purifikasi rumput laut merah mengandung metabolit senyawa flavanoid, saponin, steroid, tanin, dan alkaloid. Data penelitian dianalisis secara statistik menggunakan uji ONE WAY ANOVA. Ekstrak terpurifikasi rumput laut merah dilakukan uji aktivitas antijamur dengan metode sumuran menggunakan media PDA dengan pada konsentrasi 15%, 20%, 25% dan kontrol positif dapat menghambat pertumbuhan jamur Aspergillus flavus dengan rata-rata zona hambat masing-masing yaitu 10,4 mm, 11,4 mm, 12,2 mm, dan 3,9 mm serta memiliki aktivitas antijamur pada jamur Candida albicans masing-masing yaitu 12,3 mm, 13,1 mm, 11,4 mm dan 9,1 mm. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian ini dengan melakukan uji aktivitas dengan menggunakan bakteri atau jamur yang berbeda, Seperti pada bakteri Staphylococcus aureus dan jamur Blastomycosis
Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Swamedikasi Penggunaan Oains di Apotek Fiyalin Farma Desa Matahoalu Kecamatan Uepai Kabupaten Konawe Alfitri Rahmadani; Bai Athur Ridwan; Sri Mulyani
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i1.550

Abstract

Swamedikasi adalah perilaku masyarakat yang mengkonsumsi obat secara mandiri berdasarkan diagnosis yang dialami tanpa adanya resep dokter yang diambil. Namun, swamedikasi juga memiliki risiko jika dilakukan dengan adanya keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat yang dapat menyebabkan kesalahan dalam pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi penggunaan OAINS di Apotek Fiyalin FarmaDesa Matahoalu Kecamatan Uepai Kabupaten Konawe. Metode penelitian yang digunakan Adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Cross-sectional taraf singnifikan P<0,05, Populasi penelitian ini adalah konsumen yang membeli OAINS (tanpa menggunakan resep dokter) yang melakukan swamedikasi di Apotek Fiyalin Farma pada periode bulan Januari-Mei Tahun 2025 dengan jumlah sampel penelitian ini adalah 100 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan menggunakan skala Likert untuk penentuan kriteria objektif baik dan kurang. Teknik analisis menggunakan data univariat dan bivariat Chi-Square. Hasil penelitian tingkat pengetahuan masyarakat yang kategori baik yaitu sebanyak 48 respondent (48,0%) dan yang kurang sebanyak 52 responden (52,0%). Selanjutnya tingkat perilaku swamedikasi masyarakat yang kategori baik yaitu sebanyak 42 respondent (42,0%) dan yang kurang sebanyak 58 responden (58,0%). Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan chi-square diperoleh hasil dengan nilai ρ-value < 0,001. Hal ini menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi penggunaan OAINS di Apotek Fiyalin Farma. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan literasi masyarakat mengenai perilaku swamedikasi khususnya pada penggunaan OAINS.