ABSTRACT Educational quality equity remains a challenge, particularly for schools located in peripheral areas that face limitations in resources, access, and geographical conditions. In this context, the principal’s leadership plays a strategic role in mobilizing available potential to improve school quality and achievement. This study aims to analyze the principal’s leadership innovations in developing school achievement at SMP Negeri 21 Balikpapan and to identify the supporting and inhibiting factors affecting their implementation. The study employed a qualitative approach using a case study design conducted from February to May 2026. The research participants consisted of the principal, vice principal for curriculum affairs, teachers, educational staff, and the school committee. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed using the interactive model of Miles and Huberman through data reduction, data display, and conclusion drawing. Data trustworthiness was strengthened through source and technique triangulation. The findings indicate that leadership innovation was implemented through a humanistic approach that fostered a sense of belonging, the development of the SAGU SABU, BEKANTAN, and EDUPRO programs, and strengthened partnerships with external stakeholders. Collaboration among school members and partner support were key enabling factors, while limited facilities, personnel, access, and support from some parents constituted the main constraints. These findings confirm that innovative and adaptive leadership can optimize the potential of peripheral schools to develop sustainable school achievement. ABSTRAK Pemerataan mutu pendidikan masih menjadi tantangan, terutama bagi sekolah yang berada di wilayah pinggiran dengan keterbatasan sumber daya, akses, dan kondisi geografis. Dalam konteks tersebut, kepemimpinan kepala sekolah menjadi faktor strategis dalam menggerakkan potensi yang tersedia untuk meningkatkan mutu dan prestasi sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis inovasi kepemimpinan kepala sekolah dalam mengembangkan prestasi di SMP Negeri 21 Balikpapan serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan pada Februari–Mei 2026. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, tenaga kependidikan, dan komite sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi kepemimpinan diwujudkan melalui pendekatan humanis yang membangun sense of belonging, pengembangan program SAGU SABU, BEKANTAN, dan EDUPRO, serta penguatan kemitraan dengan pihak eksternal. Kolaborasi warga sekolah dan dukungan mitra menjadi faktor utama keberhasilan, sedangkan keterbatasan sarana, personel, akses, dan dukungan sebagian orang tua menjadi hambatan. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan inovatif dan adaptif mampu mengoptimalkan potensi sekolah pinggiran untuk mengembangkan prestasi secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026