ABSTRACT This study was motivated by students’ low learning outcomes in the topic of sectional drawing, which was associated with predominantly conventional instructional practices. The study aimed to analyze the effect of the Problem Based Learning model on students’ learning outcomes. A quantitative approach with a One Group Pretest-Posttest design was employed, involving 9 eleventh-grade students majoring in Building Modeling and Information Design (DPIB) at SMK Negeri 1 Lotu. Data were collected through pretests, posttests, and Student Worksheets (LKS), and analyzed using the N-Gain test and Paired Samples t-Test. The results showed that the implementation of Problem Based Learning improved students’ learning outcomes, with a mean N-Gain score of 0.7270 or 72.70%, categorized as high and effective. The Paired Samples t-Test also yielded a significance value of 0.000 < 0.05, indicating a significant difference in learning outcomes before and after the implementation of the model. These findings indicate that Problem Based Learning can serve as an alternative instructional model that supports students’ active engagement in understanding and solving problems related to sectional drawing. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada materi membuat gambar potongan akibat pembelajaran yang masih cenderung konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Problem Based Learning terhadap hasil belajar siswa pada materi membuat gambar potongan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest yang melibatkan 9 siswa kelas XI Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) SMK Negeri 1 Lotu. Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, dan Lembar Kerja Siswa (LKS), kemudian dianalisis menggunakan uji N-Gain dan Paired Samples t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Problem Based Learning menghasilkan peningkatan hasil belajar dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,7270 atau 72,70% dalam kategori tinggi. Capaian tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami peningkatan penguasaan materi setelah mengikuti pembelajaran berbasis pemecahan masalah. Selain itu, hasil Paired Samples t-Test memperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar yang signifikan antara sebelum dan sesudah penerapan model Problem Based Learning. Temuan utama penelitian ini menegaskan bahwa Problem Based Learning tidak hanya meningkatkan skor hasil belajar, tetapi juga memberikan perubahan pembelajaran yang bermakna melalui keterlibatan siswa dalam memahami dan menyelesaikan permasalahan pada materi membuat gambar potongan. Dengan demikian, model ini dapat menjadi alternatif pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran kejuruan.
Copyrights © 2026