Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh demokratis dengan kontrol diri mahasiswa. Pola asuh demokratis merupakan pola pengasuhan yang menekankan keseimbangan antara dukungan dan pengawasan orang tua, yang diharapkan dapat membentuk kontrol diri yang lebih baik pada individu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 120 mahasiswa berusia 18-25 tahun yang tinggal bersama orang tua dan memiliki orang tua yang bersifat mendukung, memberikan arahan, serta batasan yang jelas. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala pola asuh demokratis dan skala kontrol diri yang telah diuji validitas serta reliabilitasnya. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara pola asuh demokratis dengan kontrol diri mahasiswa (r = -0,289, p < 0,05). Artinya, semakin tinggi pola asuh demokratis, semakin rendah kontrol diri mahasiswa, dan sebaliknya. Temuan ini bertentangan dengan hipotesis awal dan menunjukkan bahwa faktor lain, seperti lingkungan sosial dan budaya, turut berperan dalam pembentukan kontrol diri mahasiswa. Hasil penelitian ini memberikan wawasan baru mengenai pentingnya keseimbangan antara kebebasan dan disiplin dalam pola asuh agar mahasiswa dapat memiliki kontrol diri yang optimal.
Copyrights © 2025