JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
Vol 5 No 3 (2026): Juli

Pemberdayaan Masyarakat dalam Peningkatan Produktivitas Budidaya Ikan Lele melalui Inovasi Pakan

Wahyu Imam Santoso (Program Studi Agribisnis, Universitas Muhammadiyah Semarang)
Ali Khamdi (Program Studi Agribisnis, Universitas Muhammadiyah Semarang)
Nur Muttaqien Zuhri (Program Studi Agribisnis, Universitas Muhammadiyah Semarang)
Nurul Puspita (Program Studi Agribisnis, Universitas Muhammadiyah Semarang)
Nun Maulida Suci Ayomi (Program Studi Agribisnis, Universitas Muhammadiyah Semarang)
Hardiwinoto Hardiwinoto (Program Studi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Semaramg)
Muhammad Yusuf (Program Studi Teknologi Pangan, Universitas Muhammadiyah Semarang)



Article Info

Publish Date
31 Jul 2026

Abstract

Latar belakang: Biaya pakan merupakan salah satu komponen terbesar dalam produksi budidaya ikan lele dan dapat membatasi keberlanjutan usaha pembudidaya skala rumah tangga. Pemanfaatan bahan pakan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap pakan komersial sekaligus meningkatkan efisiensi produksi. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya ikan lele melalui penerapan pakan alternatif berbasis ikan rucah di Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal. Metode: Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif melalui pelatihan, praktik pembuatan pakan, aplikasi langsung pada budidaya lele, dan pendampingan. Intervensi meliputi pemanfaatan ikan rucah sebagai sumber protein lokal, formulasi dan pembuatan pakan secara mandiri, serta penambahan enzim fitase untuk meningkatkan pemanfaatan nutrien. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman peserta terhadap bahan baku, formulasi, kandungan nutrisi, dan proses produksi pakan. Hasil: Pelatihan meningkatkan pemahaman peserta pada seluruh indikator yang dievaluasi. Rata-rata tingkat pemahaman meningkat dari 44% sebelum pelatihan menjadi 87% setelah pelatihan, dengan peningkatan sebesar 43 poin persentase. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek pengetahuan formulasi pakan, yaitu 45 poin persentase, diikuti pengetahuan proses produksi pakan 44 poin persentase, pengetahuan bahan baku pakan alternatif 42 poin persentase, dan pengetahuan kandungan nutrisi pakan 41 poin persentase. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan efektif dalam meningkatkan kapasitas peserta dalam pengelolaan pakan alternatif. Kesimpulan: Penerapan inovasi pakan berbasis ikan rucah yang dipadukan dengan formulasi pakan dan suplementasi enzim fitase dapat menjadi strategi pemberdayaan untuk meningkatkan kapasitas pembudidaya dalam menghasilkan pakan secara mandiri. Pendekatan partisipatif ini berpotensi mendukung efisiensi dan keberlanjutan usaha budidaya lele serta pengembangan kawasan minapolitan berbasis budidaya air tawar. Kata kunci: budidaya ikan lele, efisiensi produksi, ikan rucah, minapolitan, pakan alternatif, pemberdayaan masyarakat _____________________________________________________________ Abstract Background: High feed costs remain a major constraint to the sustainability of small-scale catfish farming. Utilizing locally available resources as alternative feed ingredients may reduce dependence on commercial feed while improving production efficiency. Objective: This community-based intervention aimed to strengthen farmers’ capacity to formulate and produce trash-fish-based alternative feed to support more efficient catfish production in Tambaksari Village, Rowosari District, Kendal Regency, Indonesia. Method: A participatory approach was implemented through structured training, hands-on feed formulation and production, application in catfish farming, and follow-up assistance. The intervention focused on utilizing trash fish as a locally available protein source and incorporating phytase supplementation to improve nutrient utilization. Intervention effectiveness was assessed using pre- and post-tests measuring participants’ understanding of alternative feed ingredients, formulation, nutritional composition, and feed production processes. Result: Participants’ overall knowledge increased from 44% at baseline to 87% following the intervention, representing a 43-percentage-point improvement. The greatest gain was observed in feed formulation knowledge (45 percentage points), followed by feed production processes (44 points), alternative feed ingredients (42 points), and nutritional composition (41 points). Conclusion: The participatory combination of training, hands-on practice, and follow-up assistance effectively strengthened farmers’ capacity to produce trash-fish-based alternative feed. This approach offers a feasible community empowerment strategy for improving feed self-sufficiency and production efficiency while supporting the sustainability of small-scale catfish farming and the development of freshwater aquaculture-based minapolitan areas. Keywords: alternative feed, catfish farming, community empowerment, minapolitan, production efficiency, trash fish

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jipmi

Publisher

Subject

Humanities Education Health Professions Public Health Social Sciences

Description

Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JIPMI) mewadahi publikasi kegiatan pengabdian masyarakat dan temuan inovasi teknologi terapan diutamakan yang berhubungan dengan bidang ...