Permainan tradisional merupakan bagian dari warisan budaya yang dapat diperkenalkan kembali melalui kegiatan berbasis partisipasi masyarakat. Di Wisata Pasar Budaya Racah Mampulang, Desa Balida, fasilitas permainan tradisional untuk anak masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menambah sarana permainan tradisional BAKULA (Bagasing, Badaku, dan Balogo Kita) serta melibatkan anak-anak dalam praktik permainan sebagai bentuk pengenalan budaya lokal. Pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui koordinasi dengan pemerintah desa dan Pokdarwis, pembuatan balogo dari bahan bekas, penyediaan alat permainan, pelatihan dan pendampingan bermain BAKULA, permainan kebersamaan, serta penyerahan alat kepada pemerintah desa. Kegiatan diikuti oleh anak-anak Desa Balida dan menghasilkan tambahan sarana permainan tradisional, aktivitas praktik bagasing, badaku, balogo, batungkau sebagai permainan pendukung, serta dokumentasi keterlibatan peserta selama kegiatan. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi partisipasi, kemampuan mengikuti aturan permainan, serta tanggapan pemerintah desa dan Pokdarwis. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengenalan kembali permainan tradisional Banjar di kawasan wisata budaya; keberlanjutannya memerlukan pengelolaan, perawatan alat, dan pemanfaatan rutin oleh Pokdarwis serta pemerintah desa.
Copyrights © 2026