Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODEL BIOPSIKOSOSIAL ASUHAN KEFARMASIAN PADA KASUS PENYAKIT KRONIK: STUDI KUALITATIF TERHADAP PERSPEKTIF PASIEN PENDERITA GAGAL JANTUNG (CHF) Risya Mulyani; Herda Ariyani; Dedi Hartanto; Muhammad Anshari
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2019): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.101 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v4i1.251

Abstract

Congestive heart failure (CHF) is a disease that most often requires repeated treatment in the hospital. Self-care efforts allow patients to monitor and manage home syndrome, maximize well-being, reduce mortality and minimize avoidable hazards. Communication, collaboration, and patient access to bad information lead to ineffective treatment. The main problems in the care of pharmacy are improper and unsafe use of drugs and non-compliance with prescription drugs, one of which is a therapeutic regimen.. This study uses a phenomenological qualitative method in which researchers will explore the personal meaning related to biopsychosocial aspects that can affect the quality of care (pharmacy) according to the perspective of patients with CHF. The participants determined in this study were selected purposively from all patients with CHF who were treated at the Pharmacy Installation in Ulin Hospital Banjarmasin. Data analysis using the Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) model. In this study, which explores personal meaning related to aspects of communication and collaboration that can affect the quality of care, according to the perspective of patients with congestive heart failure (CHF) in the biopsychosocial aspects, the result are: found 4 (four) themes related to results-based communication, qualitative data analysis obtained through in-depth interviews with 11 (eleven) participants, namely: (1) tangible; (2) responsive; (3) empathy; (4) assurance. And found 3 (three) themes related to collaboration based on the results of qualitative data analysis obtained through in-depth interviews with 11 (eleven) participants, namely: (1) effective communication; (2) trust; (3) feedback.
TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK “X" BANJARMASIN Siti Fadhilah; Herda Ariyani; Faisal Rahman
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 3 No 1 (2019): September 2019
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.914 KB)

Abstract

Pelayanan kefarmasian yang baik tentunya berorientasi langsung kepada konsumen sehingga menjamin keamanan, efektifitas dan kerasionalan penggunaan obat. Penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek “X” Banjarmasin. Metode penelitian ini bersifat deskriptif rancangan penelitian deskriptif dengan pengambilan sampel secara accidental sampling. Pengambilan data dilakukan secara langsung melalui wawancara menggunakan kuesioner kepada 100 orang konsumen. Analisis pelanggan dilakukan dengan lima dimensi kualitas layanan. Penelitian menunjukkan bahwa pada semua dimensi kualitas pelayanan baik tangible, reliability, responsiveness, assurance dan emphaty dalam kategori kurang puas. Yakni berturut turut persentase skor rata-rata sebanyak 54,2; 47,9; 44;9 54,8; 49.8.
GAMBARAN POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PERESEPAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI APOTEK X (Overview of Potential Drug Interactions in Prescribing Type 2 Diabetes Mellitus Patients in Pharmacies X) Baiti Hayati; herda ariyani; ruslina wati
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 3 No 2 (2020): March 2020
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia kronis akibat defek pada sekresi insulin, aksi insulin atau keduanya. Interaksi obat merupakan satu dari masalah yang terkait obat yang diidentifikasi sebagai kejadian atau keadaan terapi obat yang dapat mempengaruhi outcome klinis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran potensi interaksi obat pada peresepan pasien diabetes melitus tipe 2 di Apotek X Banjarmasin. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan metode retrospektif. Pengumpulan lembar resep pasien yang berisikan obat antidiabetika di Apotek X pada tanggal 23, 24 dan 27 Januari 2020. Teknik pengambilan sampel dengan teknik insidental sampling dikaji berdasarkan literatur dan diolah dalam bentuk tabel dengan menghitung persentasenya. Hasil penelitian dari 27 resep, pasien diabetes terbanyak terdapat pada jenis kelamin perempuan sebanyak (66,67%) dan berusia 55-64 tahun (44,44%). Besar persentase terjadinya potensi interaksi obat sebesar (81,48%). Kejadian interaksi obat berdasarkan mekanisme yaitu farmakodinamik 30 kejadian (76,92%), farmakokinetik 2 kejadian (5,12%) dan tidak diketahui 7 kejadian (17,94%). Kategori tingkat keparahan interaksi obat yang paling besar yaitu moderat sebanyak 33 kejadian (84,61%) dan minor sebanyak 6 kejadian (15,38%). Obat antidiabetika yang paling banyak menimbulkan potensi interaksi obat yaitu metformin sebanyak 15 kejadian. Kata Kunci : Diabetes melitus, Potensi interaksi obat, Obat Antidiabetika, Resep ABSTRACT Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disease characterized by chronic hyperglycemia due to defects in insulin secretion, insulin action or both. Drug interactions are one of the drug-related problems that are identified as drug therapy events or conditions that can affect a patient's clinical outcome. This study aims to determine the potential for drug interactions in prescribing type 2 diabetes mellitus patients at Pharmacy X Banjarmasin. This research is a type of descriptive research with a retrospective method. Collection of patient prescription sheets containing antidiabetic drugs at Pharmacy X on January 23, 24 and January 27, 2020. Sampling techniques with incidental sampling techniques were a ssessed based on literature and processed in tabular form by calculating the percentage. The results of the 27 recipes, most diabetes patients found in female sex (66.67%) and aged 55-64 years (44.44%). Large percentage of potential drug interactions amounted to (81.48%). The mechanism of drug interaction based on the mechanism is pharmacodynamics 30 events (76.92%), pharmacokinetics 2 events (5.12%) and 7 events (17.94%) unknown. The category of the severity of drug interactions with the highest is moderate with 33 events (84.61%) and minor with 6 events (15.38%). The antidiabetic drugs that cause the most potential drug interactions are 15 events metformin. Keywords: Diabetes mellitus, potential drug interactions, antidiabetic drugs, recipes
STUDI LITERATUR POLA PENGGUNAAN OBAT OFF-LABEL PADA PASIEN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI Handyta Okta Ningrum; Herda Ariyani; Mustika Muthaharah
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 4 No 1 (2020): September 2020
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat off-label merupakan obat diluar indikasi yang tertera dalam label atau diluar persetujuan oleh lembaga izin edar seperti Badan POM dan FDA (Food and Drug Administration). Beberapa alasan penggunaan obat off-label adalah kurangnya respon klinis pada pengobatan sebelumnya, kontraindikasi dengan obat alternatif lain seperti tersedianya obat yang disetujui sesuai indikasi serta pasien dengan pengobatan alternatif karena alasan klinis. Metode penelitian yang digunakan studi literatur. Hasil penelusuran literatur misoprostol obat off-label yang paling banyak ditemukan penggunaannya dari. 5 penelitian memaparkan misoprostol dengan indikasi kehamilan patologis yang perlu tindakan dengan rute tersering didapatkan secara pervaginam. 2 penelitian memaparkan penggunaan obat off-label ondansetron indikasi hyperemesis gravidarum (HG) dengan dosis 4 mg dan 8 mg per oral. 1 penelitian penggunaan off-label rute pemberian dari Nifedipine sebagai tokolitik pada persalinan preterm imminens dengan dosis 10-20 mg/oral, sublingual setiap 15-20 menit dalam 3 dosis. 1 penelitian penggunaan obat off-label methotrexate sebagai penanganan kehamilan ektopik dosis tunggal 1 mg/kg atau 50mg/m² secara IM. 1 penelitian memaparkan penggunaan mifepristone yang dikombinasikan dengan misoprostol. Off-label drugs are drugs outside the indications stated on the label or outside the approval by distribution permit agencies such as the POM and the FDA (Food and Drug Administration). Some of the reasons for using off-label drugs are lack of clinical response to previous treatment, contraindications with other alternative drugs such as availability of approved drugs as indicated and patients with alternative treatments for clinical reasons. The research method used is literature study. The most search results of the off-label drug misoprostol were found to be of use. 5 studies described misoprostol with indications of a pathological pregnancy requiring action by the most frequent route obtained vaginally. 2 studies described the use of the off-label drug ondansetron indicated by hyperemesis gravidarum (HG) at a dose of 4 mg and 8 mg orally. 1 study the use of off-label route of administration of Nifedipine as a tocolytic in preterm imminent labor at a dose of 10-20 mg / oral, sublingually every 15-20 minutes in 3 doses. 1 study using the off-label drug methotrexate as the management of ectopic pregnancy as a single dose of 1 mg / kg or 50 mg / m² IM. 1 study described the use of mifepristone in combination with misoprostol.
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT LIMAU KUIT (Cytrus hystrix DC) TERHADAP BEBERAPA BAKTERI Herda Ariyani; Muhammad Nazemi; Hamidah Hamidah; Mita Kurniati
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 2 No 1 (2018): September 2018
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.859 KB)

Abstract

Kulit limau kuit di Kalimantan Selatan Indonesia umumnya hanya dibuang begitu saja sebagai limbah, padahal dalam kulit limau kuit mengandung senyawa kimia yang berpotensi sebagai agen antibakteri. Kulit limau kuit mengandung komponen utama beta pinen senyawa yang telah terbukti mempunyai efek antibakteri dengan cara menghambat sintesis DNA, serta kulit limau kuit juga memiliki kandungan flavonoida, fenolik dan terpenoida paling tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar ekstrak etanol kulit limau kuit (Citrus hystrix DC) yang optimal dalam menghambat beberapa bakteri. Selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas antibakteri sediaan pada bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode replika dan metode difusi kertas cakram. Hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak kulit limau kuit pada konsentrasi 100%, 75%, dan 50% dapat menghambat bakteri, namun yang paling optimum menghambat bakteri adalah pada konsentrasi 100% untuk bakteri Escherichia coli zona hambat sebesar 10,67 mm dan 14 mm pada Staphylococcus aureus.
FORMULASI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN LOTION EKSTRAK DAUN SURUHAN (Peperomia pellucida L.) Tuty Mulyani; Herda Ariyani; Rahimah Rahimah; Selvia Rahmi
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 2 No 1 (2018): September 2018
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.954 KB)

Abstract

Kulit merupakan organ yang melapisi seluruh permukaan tubuh makhluk hidup. Penggunaan sediaan topikal yang mengandung antioksidan banyak digunakan untuk melindungi kulit dari radikal bebas, salah satunya adalah lotion dari ekstrak daun suruhan (Peperomia pellucida). Ekstrak daun suruhan memiliki aktivitas antioksidan tinggi sehingga dapat menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan aktivitas antioksidan pada lotion ekstrak daun suruhan dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2- picrylhydrazyl). Lotion ekstrak daun suruhan dibuat dalam 3 formula dan diuji sifat fisiknya. Sampel yang digunakan untuk uji aktivitas antioksidan adalah lotion yang mengandung ekstrak daun suruhan sebesar 0,550 mg/ml (formula III). Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan DPPH dengan konsentrasi 100 ppm. Pengukuran absorbansi untuk mengetahui aktivitas antioksidan lotion ekstrak daun suruhan dilakukan dengan menggunakan spetrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang maksimum 519 nm. Aktivitas antioksidan dinyatakan dalam % inhibisi (% aktivitas hambatan). Hasil pengujian menunjukkan bahwa lotion ekstrak daun suruhan (Peperomia pellucida) dengan konsentrasi 0,550 mg/ml (formula III) memenuhi persyaratan uji sifat fisik dan mempunyai aktivitas antioksidan dengan % aktivitas hambatan rata-rata sebesar 93,29% ± 5,487.
KEPATUHAN PASIEN HIPERTENSI SETELAH PEMBERIAN PILL CARD DI RS X BANJARMASIN Herda Ariyani; Dedi Hartanto; Anita Lestari
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 1 No 2 (2018): March 2018
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.424 KB)

Abstract

Ketidakpatuhan merupakan faktor yang menghambat pengontrolan tekanan darah. Pill Card salah satu media pengingat minum obat yang dapat meningkatkan pemahaman lebih baik terhadap pengobatan yang dijalani. Instruksi berbasis gambar ini sangat berguna terutama untuk pasien dengan pengobatan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan pasien hipertensi setelah pemberian Pill Card di RS X. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik pengambilan data menggunakan metode purposive sampling pada 30 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS). Teknik analisa data yang digunakan adalah analisa univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pemberian Pill Card dapat memperbaiki kepatuhan pasien hipertensi yang semula hanya 16,67% meningkat menjadi 53,34%. Sebagian besar kepatuhan responden setelah diberikan Pill Card berada dalam kategori kepatuhan naik yakni sebesar 56,67%.
PENGARUH KONSELING SINGKAT MELALUI TELEPON TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS ALALAK SELATAN BANJARMASIN UTARA Herda Ariyani; Rahmani Rahmani; Hendera Hendera
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 5 No 2 (2022): March 2022
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronis dengan terapi pengobatan jangka panjang yang harus rutin. Pasien perlu diberikan penanganan khusus agar kadar gula darah pasien mencapai normal dan tidak terjadi komplikasi. Pemberian konseling singkat oleh seorang farmasis dapat meningkatkan pengetahuan pasien, kepatuhan dan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui pengaruh pemberian konseling singkat melalui telepon oleh farmasis terhadap penurunan kadar gula darah pasien DM di puskesmas alalak selatan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimental (Pre-Post Test) dimana pasien dibagi menjadi 2 kelompok. Baik kelompok intervensi maupun kontrol sebanyak 18 orang. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu total sampling. Hasil penelitian berdasarkan uji Wilcoxon terdapat perbedaan signifikan pada kadar GDP pre test dan post test kelompok kontrol (p=0,004) dan pre test dan post test kelompok intervensi (p=0,009). Selain itu pada kelompok intervensi sebanyak 15 pasien mengalami penurunan GDP dan pada kelompok kontrol hanya 2 pasien. pada hasil uji Mann Whitney terdapat perbedaan yang signifikan pada pre test antar kelompok (P=0,010) dan tidak ada perbedaan yang signifikan pada post test antar kelompok (P=0,669). Maka dapat disimpulkan bahwa konseling singkat melalui telepon oleh apoteker pada pasien DM tipe 2 di puskesmas alalak selatan dapat menurunkan kadar gula darah, akan tetapi tidak dapat mencapai target terapi yang diinginkan. Jadi intervensi ini dapat digunakan sebagai alternatif dalam menunjang hasil terapi pasien DM terutama dimasa pandemic. Kata Kunci: Diabetes melitus, Konseling singkat, Pandemi, Telepon
EVALUATION OF THE USE OF ANTIHYPERTENSIVE MEDICINES INPATIENT PREECLAMPSIA PATIENTS IN DATU SANGGUL RANTAU HOSPITAL M. Ferdy Yahya Ramadhan; Tuty Mulyani; Herda Ariyani
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 5 No 2 (2022): March 2022
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeclampsia is a disorder in pregnant women characterized by hypertension and proteinuria after 20 weeks of gestation. The purpose of this study was to determine the description and use of antihypertensive drugs in inpatients of Preeclampsia patients at RSUD Datu Sanggul Rantau for the period January-December 2020. This research is descriptive non-experimental. Research data collection was carried out retrospectively by looking at medical records. The sampling method used purposive sampling method by considering the inclusion and exclusion criteria. The research sample included in the inclusion criteria was 60 medical records (patients). The data obtained were then compared with the 2016 POGI Preeclampsia reference standard and the NICE guidelines. The results of this study showed that the antihypertensive drugs used were nifedipine in 42 patients (70%) and a combination of nifedipine and methyldopa in 18 patients (30%). Evaluation of drug use obtained results to adjust the drug to 60 patients (100%), adjust the dose to 60 patients (100%), adjust the frequency to 59 patients (98.33%), adjust the duration of administration to 60 patients (100%). The average blood pressure when first admitted to the hospital was 166.5/106.7 mmHg. And the average blood pressure when leaving the hospital was 130.96/85.66 mmHg. As well as the success of reducing blood pressure as many as 60 patients (100%) managed to achieve the desired target.
HUBUNGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DI RSUD ULIN BANJARMASIN Lutfianada Hasanah; Herda Ariyani; Dedi Hartanto
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 6 No 1 (2022): September
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit diabetes melitus (DM) tipe 2 menjadi penyebab hingga 70-80% resiko komplikasi dan kematian jika tidak ditangani dengan baik. Keberhasilan suatu pengobatan sangat dipengaruhi oleh kepatuhan penderita DM. Salah satu faktor kegagalan kontrol glukosa darah pasien DM adalah ketidakpatuhan yang dapat berdampak pada kompikasi penyakit ini dan bisa berujung pada kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hidup dan kepatuhan, serta hubungan kualitas hidup dan kepatuhan minum obat pasien DM tipe 2 di RSUD Ulin Banjarmasin. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 18 Mei 2022-18 Juni 2022. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel yang diambil sebesar 48 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner ARMS dan EQ-5D. Analisis data bivariat menggunakan uji fisher exact. Hasil penelitian mayoritas kualitas hidup pasien DM tipe 2 dalam kategori ada beberapa masalah sebesar 44 orang (91,7%), sedangkan tingkat kepatuhan pasien dalam kategori sedang sebesar 46 orang (95,8%). Analisis statistik menunjukkan ada hubungan antara kepatuhan dengan kualitas hidup (p-value = 0,005)