Rendahnya partisipasi masyarakat menjadi salah satu persoalan dalam pelaksanaan Program Bank Sampah BIC di Perumahan Bumi Indah RW 09, Kabupaten Tangerang. Kondisi tersebut mendorong pengurus yang didominasi ibu rumah tangga membangun komunikasi melalui penyampaian informasi, diskusi, pertukaran pendapat, dan pengambilan keputusan bersama. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses komunikasi deliberatif, bentuk partisipasi masyarakat, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi serta dianalisis menggunakan Teori Partisipasi Cohen dan Uphoff yang meliputi pengambilan keputusan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi deliberatif berlangsung melalui arisan RT, PKK, kegiatan penimbangan, dan grup WhatsApp. Proses tersebut telah membuka ruang partisipasi, tetapi belum merata karena sebagian warga cenderung pasif dan beberapa usulan belum terealisasi. Komunikasi yang terbuka dan rutin menjadi pendukung, sedangkan keterbatasan keterlibatan warga dan sumber daya menjadi penghambat.
Copyrights © 2026