Pendidikan inklusif menuntut strategi pembelajaran yang adaptif untuk mengakomodasi keberagaman kebutuhan peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Project Based Learning (PjBL) muncul sebagai pendekatan yang menjanjikan dalam konteks ini karena berpusat pada peserta didik dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna melalui proyek nyata. Artikel ini bertujuan menganalisis implementasi PjBL pada anak inklusi dengan fokus pada efektivitas, tantangan, dan strategi adaptasi. Melalui kajian literatur sistematis terhadap penelitian terkini, artikel ini menemukan bahwa PjBL efektif meningkatkan keterlibatan, kemandirian, keterampilan motorik, dan kemampuan sosial ABK. Namun, implementasi penuh PjBL pada ABK memerlukan penyesuaian signifikan, termasuk modifikasi tahapan proyek, diferensiasi instruksi, peran guru sebagai fasilitator yang aktif, dan dukungan teknologi asistif. Tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur, kesulitan perencanaan, dan keragaman karakteristik ABK. Artikel ini merekomendasikan pendekatan bertahap dan kolaboratif dalam mengimplementasikan PjBL untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan memberdayakan seluruh peserta didik.
Copyrights © 2024