Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali memiliki tingkat pergerakan pesawat yang tinggi sehingga membutuhkan keandalan sistem navigasi penerbangan yang beroperasi secara berkelanjutan. Kinerja peralatan navigasi dipengaruhi oleh suhu ruangan shelter yang dibatasi maksimum 22 °C sesuai Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/157/IX/03, sementara pengaturan suhu eksisting masih dilakukan secara manual dan berpotensi menimbulkan gangguan saat terjadi kedipan listrik (power flicker). Penelitian ini bertujuan merancang sistem monitoring dan kontrol suhu ruangan peralatan navigasi yang terintegrasi dengan infrastruktur existing agar pengendalian Air Conditioning (AC) dapat dilakukan secara remote dari Main Power House (MPH). Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) level 2 dengan pemanfaatan Node-RED sebagai Human Machine Interface (HMI) serta jaringan fiber optic dan LAN sebagai media transmisi data. Hasil pengujian di gedung DVOR dan MPH menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan monitoring suhu dan arus, kontrol ON/OFF AC jarak jauh, serta notifikasi operasional dengan tingkat akurasi dan keberhasilan operasi sebesar 99,00%.
Copyrights © 2026