Skizofrenia adalah gangguan kejiwaan kronis dan akut yang diakibatkan oleh kombinasi faktor genetik, kimia otak, dan lingkungan yang ditandai oleh gangguan dalam berpikir, persepsi, dan kontak dengan realitas. Penderita berisiko mengalami perubahan perilaku atau agresivitas, sehingga dukungan keluarga sangat penting dalam proses pemulihan. Kualitas hidup dapat diartikan sebagai kemampuan individu dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari yang sesuai dengan usia atau peran sosial utamanya dalam lingkungan masyarakat sekitar. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban perawatan dengan kualitas hidup keluarga pasien Schizophrenia di RSUD Madani. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga pasien skizofrenia sebanyak 884 orang, dengan jumlah sampel 90 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Temuan utama menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki beban perawatan ringan sebanyak 63 orang (70,0%), beban sedang 26 orang (28,9%), dan beban berat 1 orang (1,1%). Kualitas hidup responden sebagian besar berada pada kategori buruk sebanyak 47 orang (52,2%), kategori baik 41 orang (45,6%), dan sangat baik 2 orang (2,2%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value 0,027 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi -0,234, yang berarti terdapat hubungan antara beban perawatan dengan kualitas hidup keluarga pasien skizofrenia, dengan arah hubungan negatif. Berdasarkan temuan ini, peneliti merekomendasikan rsud madani agar memberikan edukasi dan dukungan kepada keluarga dalam merawat pasien, serta kepada keluarga agar meningkatkan pengetahuan dan memanfaatkan dukungan sosial guna menurunkan beban perawatan dan meningkatkan kualitas hidup.
Copyrights © 2026