Transformasi digital yang berlangsung cepat meningkatkan risiko cyberbullying di kalangan siswa sekolah menengah pertama akibat kesenjangan antara kecepatan adopsi teknologi dan kematangan literasi digital, termasuk di SMP PGRI 3 Jakarta yang belum memiliki program edukasi keamanan digital secara khusus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi digital dan kesadaran siswa kelas 7A dalam mencegah cyberbullying serta membangun budaya keamanan online yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah edukasi interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab, yang diikuti oleh 36 dari 40 siswa, dengan evaluasi menggunakan kuesioner post-test berisi 27 butir pernyataan pada tiga variabel utama. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata skor pemahaman siswa sebesar 4,44 dari skala 5 (88,8%) dengan kategori sangat baik, dengan capaian tertinggi pada variabel pencegahan cyberbullying. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman dan perilaku bijak siswa dalam bermedia sosial, sehingga perlu ditindaklanjuti secara berkelanjutan melalui integrasi ke dalam kurikulum atau program bimbingan konseling sekolah.
Copyrights © 2026