Cognitive engagement is a crucial element in the learning process because it impacts how well students understand concepts, think critically, and solve problems. However, observations in fifth-grade students at SDN Karangtanjung showed that students' cognition was still less active. This was evident in students' minimal attention during lessons, low courage to ask questions and express opinions, and lack of participation in discussions and problem-solving. This study aimed to explore the role of teachers in enhancing fifth-grade students' cognitive engagement at SDN Karangtanjung by implementing a Problem-Based Learning (PBL) model based on the Wordwall application. This study used a qualitative approach with a case study method. Data were obtained through interviews, observations, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The findings showed that teachers functioned as facilitators, motivators, guides, and assessors in each stage of PBL learning. Teachers were able to guide students to identify problems, direct group discussions, facilitate the use of the Wordwall application, and provide feedback on learning outcomes. The application of the PBL model with Wordwall has a positive effect on students' cognition, as demonstrated by an increase in their ability to generate ideas (fluency), apply various problem-solving strategies (flexibility), convey ideas (originality), explain their thinking (elaboration), and connect the material to everyday life (metaphorical thinking). In other words, the role of teachers through the application of the PBL model based on the Wordwall application can improve students' cognition and create more active, interactive, and meaningful learning. ABSTRAK Keaktifan kognitif adalah elemen penting dalam proses belajar karena berdam-pak pada seberapa baik siswa dapat memahami konsep, berpikir kritis, dan me-nyelesaikan masalah. Namun, observasi di kelas V SDN Karangtanjung menun-jukkan bahwa kognisi siswa masih kurang aktif. Hal ini terlihat dari perhatian siswa yang minim selama pelajaran, keberanian yang rendah untuk bertanya dan menyampaikan pendapat, serta kurangnya partisipasi dalam diskusi dan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran guru dalam meningkatkan keterlibatan kognitif siswa kelas V di SDN Karangtanjung dengan menerapkan model PBL berbasis aplikasi Wordwall. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman yang mencakup pengumpulan data, reduksi data, presentasi data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa guru telah berfungsi sebagai fasilitator, motivator, pembimbing, dan penilai dalam se-tiap tahap pembelajaran dengan PBL. Guru mampu membimbing siswa untuk mengenali masalah, mengarahkan diskusi kelompok, memfasilitasi penggunaan aplikasi Wordwall, dan memberikan umpan balik terhadap hasil belajar. Penera-pan model PBL dengan Wordwall memberikan efek positif pada kognisi siswa, yang ditunjukkan melalui peningkatan kemampuan dalam menghasilkan ide (fluency), menerapkan berbagai strategi penyelesaian masalah (flexibility), menyampaikan gagasan (originality), menjelaskan hasil pemikiran (elaboration), dan menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari (pemikiran metaforis). Dengan kata lain, peranan guru melalui penerapan model PBL berbasis aplikasi Wordwall dapat meningkatkan kognisi siswa dan menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, interaktif, dan memiliki makna
Copyrights © 2026