Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan reward dan punishment terhadap kedisiplinan siswa kelas V SDN 21 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (Quasi Experimental Design) menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian berjumlah 60 siswa yang terdiri atas 31 siswa kelas VA dan 29 siswa kelas VB. Sampel penelitian terdiri atas kelas VA sebagai kelas kontrol dan kelas VB sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket kedisiplinan yang diberikan melalui pretest dan posttest. Instrumen penelitian terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kedisiplinan siswa kelas eksperimen meningkat dari 152,66 pada pretest menjadi 166,45 pada posttest, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 165,45 menjadi 166,48. Hasil Paired Samples t-Test pada kelas eksperimen menunjukkan nilai signifikansi 0,001 < 0,05, yang menunjukkan adanya perbedaan kedisiplinan sebelum dan sesudah penerapan reward dan punishment. Secara deskriptif, peningkatan kedisiplinan pada kelas eksperimen lebih besar dibandingkan kelas kontrol. Dengan demikian, penerapan reward dan punishment dapat menjadi salah satu strategi yang mendukung peningkatan kedisiplinan siswa dalam proses pembelajaran.
Copyrights © 2026