Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah memunculkan fenomena Fear of Missing Out (FoMO) yang memengaruhi perilaku sosial dan ekonomi remaja. Fenomena ini mendorong siswa mengikuti tren yang sedang populer sebagai bentuk penyesuaian sosial, meskipun tidak selalu sesuai dengan prinsip ekonomi rasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontradiksi antara pemahaman prinsip ekonomi dan perilaku konsumtif siswa akibat fenomena FoMO. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek satu orang guru dan enam orang siswa di SMA Negeri 4 Balikpapan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, serta dianalisis secara kualitatif dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FoMO dipengaruhi oleh tekanan teman sebaya dan tren digital, yang mendorong perilaku konsumtif meskipun siswa memahami konsep ekonomi rasional. Selain itu, kontrol diri, literasi digital, dan kesadaran risiko digital memengaruhi kemampuan siswa dalam merespons tekanan FoMO. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan aspek psikososial dan literasi digital dalam pendidikan ekonomi di era digital.
Copyrights © 2026