Desa Batok, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor memiliki potensi tanaman sereh yang melimpah namun belum banyak dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat. Sebagai salah satu program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nirgamana 212, dilaksanakan workshop pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar sereh untuk memberikan keterampilan baru sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggali pemahaman, manfaat, dan minat peserta terhadap workshop tersebut, dengan kuesioner tertutup sebagai instrumen pengumpulan data dari 18 peserta yang kemudian ditelaah secara tematik. Temuan menunjukkan bahwa mayoritas peserta belum pernah membuat lilin aromaterapi sebelumnya, dan setelah workshop sebagian besar peserta menyatakan memahami proses pembuatannya, menilai kegiatan ini bermanfaat, serta tertarik untuk membuat lilin aromaterapi secara mandiri. Keterbatasan modal menjadi kendala utama yang dihadapi peserta untuk melanjutkan kegiatan ini. Seluruh peserta sepakat bahwa kegiatan serupa perlu dilaksanakan kembali. Penelitian ini merekomendasikan pendampingan lanjutan, khususnya dalam aspek permodalan dan pemasaran, agar potensi sereh di Desa Batok dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi berkelanjutan.
Copyrights © 2026