Paparan sinar ultraviolet dapat menyebabkan eritema, hiperpigmentasi, penuaan dini, dan kerusakan kulit sehingga diperlukan sediaan tabir surya yang aman serta stabil. Daun pucuk merah (Syzygium oleana Walp) mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, tanin, saponin, dan triterpenoid yang berpotensi sebagai antioksidan sekaligus fotoprotektan alami. Penelitian ini bertujuan memformulasi lotion tabir surya fraksi etil asetat daun pucuk merah dengan variasi Tween 80 dan Span 80 sebagai emulgator serta mengevaluasi nilai Sun Protection Factor (SPF) dan mutu fisiknya. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium. Simplisia diekstraksi dengan etanol 96% menggunakan metode maserasi, kemudian difraksinasi dengan n-heksana dan etil asetat. Lima formula lotion dibuat dengan variasi Tween 80 dan Span 80, kemudian diuji nilai SPF secara in vitro menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada 290-320 nm dan dievaluasi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya lekat, daya sebar, serta stabilitas penyimpanan 28 hari. Hasil menunjukkan rendemen ekstrak 21,9980% dan rendemen fraksi etil-asetat 15,1196%. Fraksi etil-asetat 10 ppm memiliki nilai SPF 15,4148 dengan kategori perlindungan ultra. Nilai SPF lotion tertinggi diperoleh pada F3 sebesar 9,3651 (perlindungan maksimal), diikuti F4 sebesar 8,5158 dan F5 sebesar 8,4629 (perlindungan tinggi). F3 dan F4 memenuhi parameter mutu fisik, stabil selama penyimpanan, dan tidak menunjukkan pemisahan fase. Formula F3 dinilai sebagai formula terbaik karena menghasilkan SPF tertinggi dengan daya sebar yang baik dan stabilitas fisik yang memenuhi persyaratan.
Copyrights © 2026