Publish Date
30 Nov -0001
Abstract. The rapid growth of TikTok as a digital information platform has increased young people's exposure to political content while simultaneously raising the risk of misinformation and information disorder. This study aims to analyze the level of digital media literacy among students of the Faculty of Communication Sciences, Universitas Islam Bandung (Unisba), in consuming political information on TikTok using the New Media Literacy framework developed by Chen et al. (2011). The research employed a quantitative descriptive survey method with a positivist paradigm. Data were collected through an online questionnaire distributed to 76 active students of the Faculty of Communication Sciences Unisba Class of 2022 and analyzed using descriptive statistics. The results indicate that students' digital media literacy is categorized as very high, with a grand mean score of 4.41. Among the five dimensions measured, Evaluation achieved the highest score (4.51), followed by Consuming Skill (4.45), Understanding (4.44), Analysis (4.34), and Synthesis (4.32). These findings demonstrate that students possess strong abilities to access, understand, analyze, synthesize, and evaluate political information critically. However, the relatively lower score in the Synthesis dimension suggests a tendency to verify information within the TikTok ecosystem rather than through cross-platform sources. Therefore, strengthening cross-platform verification habits is necessary to avoid filter bubbles and echo chambers in digital information consumption. Abstrak. Perkembangan TikTok sebagai platform informasi digital telah meningkatkan paparan generasi muda terhadap konten politik sekaligus memperbesar risiko misinformasi dan information disorder. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi media digital mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (UNISBA) dalam mengonsumsi informasi politik di TikTok menggunakan kerangka New Media Literacy dari Chen et al. (2011). Penelitian menggunakan metode survei deskriptif kuantitatif dengan paradigma positivistik. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner daring kepada 76 mahasiswa aktif Fikom Unisba Angkatan 2022 dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi media digital mahasiswa berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai grand mean sebesar 4,41. Dari lima dimensi yang diukur, dimensi Evaluation memperoleh skor tertinggi (4,51), diikuti Consuming Skill (4,45), Understanding (4,44), Analysis (4,34), dan Synthesis (4,32). Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kemampuan yang baik dalam mengakses, memahami, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi informasi politik secara kritis. Namun, skor yang relatif lebih rendah pada dimensi Synthesis mengindikasikan kecenderungan mahasiswa melakukan verifikasi informasi dalam ekosistem TikTok dibandingkan melalui sumber lintas platform. Oleh karena itu, penguatan kebiasaan verifikasi lintas platform diperlukan untuk menghindari fenomena filter bubble dan echo chamber dalam konsumsi informasi digital.
Copyrights © 0000