Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan
Vol 8 No 02 (2026): Agustus

FAKTOR YANG BERHHUBUNGAN DENGAN RENDAHNYA PARTISIPASI USIA PRODUKTIF DALAM SKRINING PENYAKIT TIDAK MENULAR DI KELURAHAN OESAPA SELATAN

Angelica Patriek Elimanafe (Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana, Kupang, NTT, Indonesia)
Serlie K.A. Littik (Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana, Kupang, NTT, Indonesia)
Dominirsep O. Dodo (Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana, Kupang, NTT, Indonesia)
Fransisikus G. Mado (Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana, Kupang, NTT, Indonesia)



Article Info

Publish Date
22 Aug 2026

Abstract

ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan masalah kesehatan utama yang berkontribusi besar terhadap angka kesakitan dan kematian, sehingga deteksi dini melalui skrining menjadi strategi penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan rendahnya partisipasi masyarakat usia produktif dalam skrining PTM di Kelurahan Oesapa Selatan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 1.485 orang dengan sampel 90 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, serta dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden tidak berpartisipasi dalam skrining PTM (73,3%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi kerentanan (p=0,351) dan persepsi manfaat (p=0,573) dengan partisipasi skrining. Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi hambatan (p=0,005) dengan partisipasi skrining PTM. Kesimpulannya, rendahnya partisipasi skrining PTM dipengaruhi oleh tingginya persepsi hambatan, sehingga upaya peningkatan partisipasi perlu difokuskan pada pengurangan hambatan yang dirasakan masyarakat. ABSTRACT Noncommunicable diseases (NCDs) are a major health problem that significantly contributes to morbidity and mortality rates, making early detection through screening a critical strategy. This study aims to analyze the factors associated with low participation among the working-age population in NCD screening in the Oesapa Selatan subdistrict. This study employed a quantitative design with a cross-sectional approach. The population consisted of 1,485 individuals, with a sample of 90 respondents selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected through interviews using a questionnaire that had been validated for validity and reliability, and analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test. The results showed that the majority of respondents did not participate in NCD screening (73.3%). There was no significant association between perceived vulnerability (p=0.351) and perceived benefits (p=0.573) and screening participation. Conversely, there was a significant association between perceived barriers (p=0.005) and NCD screening participation. In conclusion, low NCD screening participation is influenced by high perceived barriers; therefore, efforts to increase participation should focus on reducing the barriers perceived by the community.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

MA

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Dentistry Medicine & Pharmacology Neuroscience Public Health

Description

Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan aims to provide both national and international forums to encourage interdisciplinary discussions and contribute to the advancement of medicine, benefiting readers and authors by accelerating the dissemination of research information and ...