Angelica Patriek Elimanafe
Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana, Kupang, NTT, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR YANG BERHHUBUNGAN DENGAN RENDAHNYA PARTISIPASI USIA PRODUKTIF DALAM SKRINING PENYAKIT TIDAK MENULAR DI KELURAHAN OESAPA SELATAN Angelica Patriek Elimanafe; Serlie K.A. Littik; Dominirsep O. Dodo; Fransisikus G. Mado
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 02 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v8i02.459

Abstract

ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan masalah kesehatan utama yang berkontribusi besar terhadap angka kesakitan dan kematian, sehingga deteksi dini melalui skrining menjadi strategi penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan rendahnya partisipasi masyarakat usia produktif dalam skrining PTM di Kelurahan Oesapa Selatan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 1.485 orang dengan sampel 90 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, serta dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden tidak berpartisipasi dalam skrining PTM (73,3%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi kerentanan (p=0,351) dan persepsi manfaat (p=0,573) dengan partisipasi skrining. Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi hambatan (p=0,005) dengan partisipasi skrining PTM. Kesimpulannya, rendahnya partisipasi skrining PTM dipengaruhi oleh tingginya persepsi hambatan, sehingga upaya peningkatan partisipasi perlu difokuskan pada pengurangan hambatan yang dirasakan masyarakat. ABSTRACT Noncommunicable diseases (NCDs) are a major health problem that significantly contributes to morbidity and mortality rates, making early detection through screening a critical strategy. This study aims to analyze the factors associated with low participation among the working-age population in NCD screening in the Oesapa Selatan subdistrict. This study employed a quantitative design with a cross-sectional approach. The population consisted of 1,485 individuals, with a sample of 90 respondents selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected through interviews using a questionnaire that had been validated for validity and reliability, and analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test. The results showed that the majority of respondents did not participate in NCD screening (73.3%). There was no significant association between perceived vulnerability (p=0.351) and perceived benefits (p=0.573) and screening participation. Conversely, there was a significant association between perceived barriers (p=0.005) and NCD screening participation. In conclusion, low NCD screening participation is influenced by high perceived barriers; therefore, efforts to increase participation should focus on reducing the barriers perceived by the community.