Minyak sawit kasar, yaitu Crude Palm Oil (CPO) didapatkan dari proses ekstraksi dari daging buah kelapa sawit. Proses ekstraksi dilakukan pada stasiun press. Prinsip kerja di stasiun press adalah menekan bahan baku sawit dalam tabung yang berlubang dengan alat ulir yang berputar sehingga minyak akan keluar lewat lubang-lubang tabung. Besarnya tekanan alat ini dapat diatur secara elektris dan tergantung dari volume bahan yang di press.Alat ini terdiri dari sebuah selinder yang berlubang lubang didalam terdapat sebuah ulir yang berputar.Tekanan kempa diatur oleh dua buah kerucut (conus) berada pada kedua ujung pengempa, yang dapat digerakkan maju mundur secara hidrolik.Tekanan hidrolik pada komulator 50–70 kg/cm3 mengakibatkan ampas basah, mengakibatkan terjadinya kehilangan minyak (oil losses). Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui apakah terjadi oil losses di stasiun press dalam menghasilkan crude palm oil (CPO) di PT Perkebunan Nusantara III PKS Rambutan di Tebing Tinggi Sumatera Utara dengan metoda Statistical Prosses Control. Dari penelitian yang didapatkan diketahui bahwa dari hasil analisis statistical process control (SPC) diketahui tingkat pencapaian standar yang diharapkan oleh perusahaan belum tercapai pada ampas fiber. Dimana hasil pemeriksaan pada sampel ampas fibre masih terdapat faktor kualitas yang diluar batas persyaratan kualitas atau terjadi penyimpangan, sehingga mengakibatkan oil losses. Terjadinya oil looses diakibatkan oleh bebeapa faktor, yaitu dari kinerja manusia, mesin, dan bahan baku untuk dalam pengolahan CPO.
Copyrights © 2019