Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Spektroskopi Resonansi Magnetik Inti Karbon (13C-NMR) dari Etil, Asam Dan (2-Metoksi-4-Formil) Fenil P-Metoksisinamat Darsil Basir; Eliza Eliza
Jurnal Penelitian Sains No 6 (1999)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.603 KB) | DOI: 10.56064/jps.v0i6.240

Abstract

Spektroskopi resonansi magnetik inti karbon (13C-NMR) adalah suatu teknik yang dapat digunakan untuk menentukan susunan (jumlah) atom karbon di dalam suatu molekul organik hasil isolasi atau hasil transformasi dan sintesis. Teknik spektroskopi ini adalah teknik yang paling akhir dikembangkan setelah teknik spektroskopi resonansi magnetik inti proton (1H-NMR).Ada beberapa teknik khusus dalam pengambilan spektrum 13C-NMR dari molekul organik. Sekarang dilaporkan spektroskopi 13C-NMR dari etil, asam dan (2-metoksi-4-formil) fenil p-metoksisinamat yang ditentukan dengan model operasi tanpa penjodohan spin (proton noise-decoupled) dan penjodohan spin (spin-coupled mode atau off-resonance).
Isolasi dan Identifikasi Komponen Utama Fraksi Kolom Aktif Sitotoksik dari Akar Acunthus Ilicifolius Linn Elfita Elfita; Muharni Muharni; Eliza Eliza; Afnidar Agusreni
Jurnal Penelitian Sains No 11 (2002)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3975.916 KB) | DOI: 10.56064/jps.v0i11.307

Abstract

Penelitian tentang komponen utama fraksi kolom aktif sitotoksik dari akar Acunthus Ilicifolius Linn telah dilakukan. Fraksi kolom aktif berasal dari ekstrak heksan yang dipisahkan melalui teknik-teknik kromatografi yang memberikan nilai LC50 15,2307 ppm. Usulan struktur komponen utama tersebut adalah stigmaterol dengan rumus C29H48O, yang diperkuat oleh data fitokimia yang positif steroid, titik leleh 156-157° C, spektroskopi ultralembayung (UV) yang menunjukkan adanya transisi elektronik π à π dari C=C terisolasi, inframerah (IR) yang menunjukkan adanya gugus OH (ṽ 3438,8 cm-1), C-H alifatik (ṽ 2937,4 cm-1 – 2850,6 cm-1), C=C terisolasi (ṽ 1629,7 cm-1), rangka dasar siklopentana (ṽ 1465,8 cm-1), gugs isopropil (ṽ 1382,9 cm-1) dan C-O (ṽ 1051,1 cm-1) dan paduan kromatografi gas-spektroskopi masa (GC-MS) memberikan ion molekul pada m/e 412, puncak dasar pada m/e 55.
Sintesis Satu Langkah Senyawa Oksotrinuklir dengan Terminal Ligan Piridin [Ru3O(OOCC6H5)6(C5H5N)3]ClO4 Aldes Lesbani; Risfidian Mohadi; Eliza Eliza
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 3, No.2, November 2013
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.263 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v3i2.508

Abstract

Abstrak Telah disintesis senyawa oksotrinuklir dengan terminal ligan piridin [Ru3O(OOCC6H5)6(C5H5N)3]ClO4. Senyawa oksotrinuklir hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer FT-IR dan spektrometer massa. Hasil identifikasi dengan spektrofotometer FT-IR menunjukkan senyawa oksotrinuklir hasil sintesis memiliki vibrasi khas pada bilangan gelombang 698 cm-1. Pengukuran menggunakan spektrometer massa menkonfirmasi bahwa senyawa oksotrinuklir memiliki ligan terminal piridin yang mudah terfragmentasi yang ditandai dengan puncak ion molekul pada m/z 1283,14 dan puncak ion fragmen pada m/z 1205,09 yang mengindikasikan lepasnya satu molekul piridin sebagai terminal ligan. Kata kunci : senyawa oksotrinuklir, sintesis satu langkah, ruthenium, piridin.   Abstract Synthesis of oxotrinuclear with pyridine as terminal ligand [Ru3O(OOCC6H5)6 (C5H5N)3]ClO4 has been carried out. Oxotrinuclear compound from synthesis was characterized using FT-IR spectrophotometer and mass spectrometer. The FTIR spectrum shows that oxotrinuclear compound has vibration at wavelength 698 cm-1 and mass spectrometer spectrum shows oxotrinuclear compound has pyridine as terminal ligand which easily fragmented indicated by molecular ion peak at m/z 1283.14 and ion fragment peak at m/z 1205.09. These values revealed one molecule of pyridine lost from terminal ligand. Keywords : oxotrinuclear compound, one step synthesis, ruthenium, pyridine.
Sintesis Tris(4-metoksifenil)tolilsilan dengan Teknik Reaksi Kopling Menggunakan Katalis Paladium Tersier Tributil Fosfin Aldes Lesbani; Risfidian Mohadi; Eliza Eliza
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 3, No.1, Mei 2013
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.857 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v3i1.332

Abstract

Telah disintesis senyawa tris(4-metoksifenil)tolilsilan (TMT) dengan teknik reaksi kopling menggunakan tolilsilan dan 4-iodida anisol yang dikatalis senyawa paladium. Reaksi dilakukan dalam kondisi inert dan suasana basa. Senyawa TMT hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan kromatografi gas-spektrometri massa dan spektrometer 1H dan 13C NMR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa TMT hasil sintesis memiliki rendemen sebesar 30%. Pengukuran menggunakan kromatografi gas-spektrometri massa menghasilkan nilai m/z sebesar 440. Spektrum 1H NMR menunjukkan lima puncak proton ekivalen dan spektrum 13C NMR menghasilkan sepuluh puncak karbon ekivalen. Hasil karakterisasi tersebut bersesuaian dengan struktur senyawa TMT hasil sintesis.   Kata kunci: tris(4-metoksifenil)tolilsilan, reaksi kopling, paladium
PENGGUNAAN KATALIS PALADIUM DALAM REAKSI ARILASI n-OKTILSILAN DENGAN 2-IODIDA-5-METIL TIOFEN Aldes Lesbani; Addy Rachmat; Risfidian Mohadi; Eliza Eliza
Molekul Vol 9, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.063 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2014.9.1.146

Abstract

Telah dilakukan proses arilasi n-oktilsilan dengan 2-iodida-5-metil tiofen mengunakan katalis palladium dengan teknik reaksi kopling untuk mendapatkan variasi senyawa hasil arilasi. Produk hasil arilasi yang terbentuk dimurnikan dengan metode kromatografi kolom silika dengan eluen etil asetat dan dikarakterisasi menggunakan spektroskopi massa, spektroskopi 1H NMR, 13C NMR, dan DEPT-135. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa yang terbentuk dari hasil arilasi yakni tris(5-metil-2-tiofen)oktilsilan yang berupa cairan tak berwarna dengan nilaim/z sebesar 432. Hasil pengukuran menggunakan spektroskopi 1H NMR menghasilkan tujuh proton ekivalen. Pengukuran menggunakan spektroskopi 13C NMR menghasilkan tiga belas karbon ekivalen yang kemudian dikonfirmasi dengan DEPT-135. Hasil karakterisasi menggunakan spektroskopi massa dan spektroskopi NMR (H dan C) menunjukkan senyawa hasil sintesis adalah tris(5-metil-2-tiofen)oktilsilan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK BEGALUNG KOTA PADANG Etri Yanti; Dwi Christina Rahayuningrum; Eliza Eliza; Ratna Indah Sari Dewi; Yola Indriyani
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.2960

Abstract

ABSTRAKMasalah gizi pada anak balita merupakan isu global yang memiliki dampak sistemik signifikan, termasuk di Indonesia, di mana kekurangan gizi atau gizi buruk tidak hanya meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas, tetapi juga berdampak pada penurunan kecerdasan serta daya saing anak di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Begalung, Kota Padang Tahun 2024.Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik deskriptif dengan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan bulan Juli 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai anak balita sebanyak 565 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan menggunakan rumus slovin sehingga didapat sampel sebanyak 54 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-Square.Hasil penelitian didapatkan 44% dikategorikan dalam status gizi buruk,39% mengalami penyakit infeksi, 59% memiliki sikap negatif, pengetahuan ibu 54% kurang. Analisis bivariat menemukan ada hubungan antara penyakit infeksi dan status gizi balita (r = 0.579, p = 0.000), sikap ibu dan status gizi balita (r = 0.476, p = 0.000), serta pengetahuan ibu tentang gizi dan status gizi balita (r = 0.485, p = 0.000). Jadi, kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara penyakit infeksi, sikap, dan pengetahuan ibu dengan status gizi balita. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini kepada kader posyandu untuk memberikan penyuluhan kesehatan mengenai gizi pada balita guna memperbaiki pemahaman ibu mengenai pencegahan gizi buruk pada balita.Kata Kunci : Balita, Status Gizi, Penyakit Infeksi, Sikap Ibu, Pengetahuan IbuABSTRACTNutritional issues among toddlers are a global concern with significant systemic impacts, including in Indonesia, where malnutrition or poor nutrition not only increases the risk of morbidity and mortality but also affects children's cognitive development and future competitiveness. This study aims to analyze the factors associated with the nutritional status of toddlers in the working area of Lubuk Begalung Health Center, Padang City.This research employs a descriptive analytical method with a cross-sectional design. The study was conducted July 2024. The population consisted of 565 mothers with toddlers with a sample of 54 mothers selected using purposive sampling based on the Slovin formula. Data collection was carried out through questionnaires.Data analysis included analysis using the Chi-Square test.The analyze showed that (44%) were classified as malnourished, A total of (39%) had experienced infectious diseases,(59%) had negative attitudes.Maternal knowledge of nutrition was (54%) had insufficient knowledge. The bivariate analysis found relationship between infectious diseases and toddlers' nutritional status (r = 0.579, p = 0.000), maternal attitudes and toddlers' nutritional status (r = 0.476, p = 0.000), and maternal knowledge of nutrition and toddlers' nutritional status (r = 0.485, p = 0.000). In conclusion, there is a significant association between infectious diseases, maternal attitudes, and maternal knowledge with the nutritional status of toddlers.suggestion that can be given in this study to posyandu cadres to provide health education on nutrition in toddlers in order to improve maternal understanding of preventing malnutrition in toddlres. Keywords: Toddlers, Nutritional Status, Infectious Diseases, Mother's Attitude, Mother'Knowledge
The Effect of Cartoon Film Toward Students’ Reading Comprehension in Narrative Text at the 9th Grade of SMPN 2 Rao Selatan Raima Wela; Eliza Eliza; Merry Prima Dewi; Syahrul Syahrul
ALSYS Vol 3 No 2 (2023): ALSYS: Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/alsys.v3i2.965

Abstract

This research was motivated by several problems of students at the 9th grade of SMPN 2 Rao Selatan related to students’ reading comprehension in narrative text. The problems of this research were students felt difficult to determine the main idea in narrative text. Students were low enthusiastic in learning. This research aimed to know whether there was significant effect of using cartoon film on students’ reading comprehension in narrative text. The researcher used a pre experimental research with one group pretest posttest design. The population of this research was the 9th grade students of SMPN 2 Rao Selatan consist of 2 classes, the sample was in class IX.1 which was taken by using purposive sampling technique. The data was analyzed by using liliefors test to test the normality and homogeneity data. Whereas, the hypothesis the researcher used t test, then the researcher consulted the result with the degree table (a) = 0.05. The research findings showed that the reading comprehension in narrative text of students at the 9th grade of SMPN 2 Rao Selatan had poor score in pretest which mean score 51.40. After treatment, their reading comprehension increased significantly which mean score 72.00. The result of the t-obtained =9.726 > t-table=2.093 with degree freedom (df) =19 with 0.05/2=0.025. Meanwhile, the Sig (2-tailed) was 0.000 < 0.005. So, the alternative hypothesis (Ha) was accepted that there was significant effect of using cartoon film. It was proven that using cartoon film can help to improve students’ reading comprehension in narrative text.
Edukasi Pembuatan Konsentrat Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) Sebagai Bahan Antiseptik di Desa Tanjung Pering Muharni Muharni; Elfita Elfita; Eliza Eliza; Maryadi Maryadi
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): Agustus
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i3.721

Abstract

Green betel leaves (Piper betle L.) have antiseptic properties, including for maintaining oral and dental health. The essential oils, sesquiterpenes, kavicol flavonoids, phenols, and saponins in green betel leaves exhibit antibacterial and antifungal activity. To empower the community to maintain health, especially for tooth and mouth, education betle leaves has been used as an antiseptic concentrate in Tanjung Pering Village. This activity was conducted through lectures, demonstrations, discussions, and evaluations. During the activity, pre- and post-tests were administered. The activity results showed that the community generally knows that green betel can be used as an antiseptic. Still, it is typically used only by mothers after giving birth. The community has not used green betel leaf extract as a mouthwash. During the pre-test and post-test, the percentage of respondents who answered correctly increased from 58.5% to 81.5%. This activity has increased knowledge and community awareness of the use of green betel leaf extract as an antiseptic, particularly for teeth and the mouth.
ANALISIS OIL LOSSES PADA STASIUN PRESS DALAM PENGOLAHAN CPO (CRUDE PALM OIL) DENGAN METODE STATISTICAL PROCESSCONTROL (SPC) DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA III PKS RAMBUTAN TEBING TINGGI SUMATERA UTARA Desniorita Desniorita; Eliza Eliza
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 16 No. 2 (2019)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak sawit kasar, yaitu Crude Palm Oil (CPO) didapatkan dari proses ekstraksi dari daging buah kelapa sawit. Proses ekstraksi dilakukan pada stasiun press. Prinsip kerja di stasiun press adalah menekan bahan baku sawit dalam tabung yang berlubang dengan alat ulir yang berputar sehingga minyak akan keluar lewat lubang-lubang tabung. Besarnya tekanan alat ini dapat diatur secara elektris dan tergantung dari volume bahan yang di press.Alat ini terdiri dari sebuah selinder yang berlubang lubang didalam terdapat sebuah ulir yang berputar.Tekanan kempa diatur oleh dua buah kerucut (conus) berada pada kedua ujung pengempa, yang dapat digerakkan maju mundur secara hidrolik.Tekanan hidrolik pada komulator 50–70 kg/cm3 mengakibatkan ampas basah, mengakibatkan terjadinya kehilangan minyak (oil losses). Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui apakah terjadi oil losses di stasiun press dalam menghasilkan crude palm oil (CPO) di PT Perkebunan Nusantara III PKS Rambutan di Tebing Tinggi Sumatera Utara dengan metoda Statistical Prosses Control. Dari penelitian yang didapatkan diketahui bahwa dari hasil analisis statistical process control (SPC) diketahui tingkat pencapaian standar yang diharapkan oleh perusahaan belum tercapai pada ampas fiber. Dimana hasil pemeriksaan pada sampel ampas fibre masih terdapat faktor kualitas yang diluar batas persyaratan kualitas atau terjadi penyimpangan, sehingga mengakibatkan oil losses. Terjadinya oil looses diakibatkan oleh bebeapa faktor, yaitu dari kinerja manusia, mesin, dan bahan baku untuk dalam pengolahan CPO.