Kejadian buruk di antara personel laboratorium medis dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk kepatuhan terhadap Prosedur Operasi Standar (SOP). Implementasi SOP yang konsisten memainkan peran penting dalam meningkatkan keselamatan kerja dan meminimalkan kesalahan selama layanan laboratorium. Studi ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara kepatuhan SOP dan kejadian buruk di antara analis laboratorium medis di Unit Laboratorium Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi, Surakarta. Studi ini menggunakan metode analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 35 analis laboratorium medis dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dan reliabel. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan korelasi peringkat Spearman dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kepatuhan yang baik terhadap SOP dan tingkat pencegahan kejadian buruk yang baik. Analisis peringkat Spearman mengungkapkan hubungan yang signifikan antara kepatuhan SOP dan kejadian buruk (p=0,005) dengan koefisien korelasi 0,466, menunjukkan korelasi sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa kepatuhan yang lebih tinggi terhadap SOP dikaitkan dengan risiko kejadian buruk yang lebih rendah di antara analis laboratorium medis. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan terhadap SOP dan kejadian buruk di antara analis laboratorium medis di Unit Laboratorium Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi, Surakarta. Rumah sakit didorong untuk memperkuat kepatuhan terhadap SOP melalui pelatihan rutin, supervisi, evaluasi berkala, dan pengembangan budaya keselamatan yang kuat untuk mengurangi kejadian buruk dan meningkatkan kualitas layanan laboratorium.
Copyrights © 2026