Inflamasi merupakan respons biologis tubuh terhadap cedera jaringan dan umumnya diobati dengan obat antiinflamasi nonsteroid atau steroid yang dapat menimbulkan efek samping. Bunga telang (Clitoria ternatea L.) mengandung flavonoid, antosianin, polifenol, dan metabolit sekunder lain yang berpotensi memberikan aktivitas antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antiinflamasi topikal ekstrak etanol bunga telang pada mencit putih jantan (Mus musculus L.) yang diinduksi karagenan. Penelitian meliputi persiapan simplisia, ekstraksi secara maserasi menggunakan etanol 96%, skrining fitokimia, pembuatan krim ekstrak pada konsentrasi 1%, 2%, dan 2,5%, serta uji antiinflamasi pada 15 ekor mencit yang dibagi menjadi lima kelompok (n=3). Karagenan 4,5% diberikan secara subkutan pada punggung dan ketebalan edema diukur setiap jam selama 6 jam menggunakan jangka sorong digital. Rendemen ekstrak sebesar 13,48%, sedangkan skrining fitokimia menunjukkan hasil positif untuk alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid. Rata-rata ketebalan edema kelompok karagenan sebesar 0,753 ± 0,047 mm; Voltaren 0,117 ± 0,015 mm; ekstrak 1% 0,377 ± 0,055 mm; ekstrak 2% 0,277 ± 0,021 mm; dan ekstrak 2,5% 0,153 ± 0,047 mm. ANOVA satu arah menunjukkan perbedaan bermakna (p0,05), sedangkan uji Tukey menunjukkan kelompok ekstrak 2,5% tidak berbeda bermakna dari kontrol positif (p0,05). Ekstrak etanol bunga telang menunjukkan aktivitas antiinflamasi topikal, dengan konsentrasi 2,5% memberikan efek paling besar dan mendekati aktivitas Voltaren.
Copyrights © 2026