Isra Reslina
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor yang mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang DAGUSIBU di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang Sakinah Sakinah; Isra Reslina; Femi Earnestly; Ridha Elvina; Ully Chairunnisa
Indonesian Journal of Pharmaceutical Research Vol 5, No 2 (2025): Indo J Pharm Res 2025 5 (2)
Publisher : Department of Pharmacy, Muhammmadiyah University of Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/ijpr.v5i2.7739

Abstract

Abstrak: DAGUSIBU merupakan salah satu program edukasi kesehatan yang berkaitan dengan obat yang dibuat oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Untuk mewujudkan penggunaan obat rasional, masyarakat harus tahu cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat dengan benar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan dengan tingkat pengetahuan tentang DAGUSIBU di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional menggunakan metode survei menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling sebesar sampel 399 responden yang terdiri dari 4 kelurahan. Hasil penelitian uji univariat responden pada pengetahuan sebagian besar memiliki pengetahuan baik (59,8%), cukup (38,8%), rendah (1,5%). Berdasarkan hasil uji chi square didapatkan nilai pendidikan yang signifikan sebesar 0,035  0,05, yang menunjukkan terdapat hubungan pendidikan dengan pengetahuan, sedangkan usia 0,072 0,05, jenis kelamin 0,483 0,05 dan pekerjaan 0,481 0,05 menunjukkan tidak ada hubungan dari faktor-faktor tersebut dengan pengetahuan.Kata kunci: DAGUSIBU; Usia; Jenis Kelamin, Pendidikan; Pekerjaan; Pengetahuan
Uji Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) pada Mencit Jantan (Mus Musculus L.) yang Diinduksi Karagenan Delia Gusrinda; Ridha Elvina; Isra Reslina
Indonesian Journal of Pharmaceutical Research Vol 6, No 1 (2026): Indo J Pharm Res 2026 6 (1)
Publisher : Department of Pharmacy, Muhammmadiyah University of Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/ijpr.v6i1.8441

Abstract

Inflamasi merupakan respons biologis tubuh terhadap cedera jaringan dan umumnya diobati dengan obat antiinflamasi nonsteroid atau steroid yang dapat menimbulkan efek samping. Bunga telang (Clitoria ternatea L.) mengandung flavonoid, antosianin, polifenol, dan metabolit sekunder lain yang berpotensi memberikan aktivitas antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antiinflamasi topikal ekstrak etanol bunga telang pada mencit putih jantan (Mus musculus L.) yang diinduksi karagenan. Penelitian meliputi persiapan simplisia, ekstraksi secara maserasi menggunakan etanol 96%, skrining fitokimia, pembuatan krim ekstrak pada konsentrasi 1%, 2%, dan 2,5%, serta uji antiinflamasi pada 15 ekor mencit yang dibagi menjadi lima kelompok (n=3). Karagenan 4,5% diberikan secara subkutan pada punggung dan ketebalan edema diukur setiap jam selama 6 jam menggunakan jangka sorong digital. Rendemen ekstrak sebesar 13,48%, sedangkan skrining fitokimia menunjukkan hasil positif untuk alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid. Rata-rata ketebalan edema kelompok karagenan sebesar 0,753 ± 0,047 mm; Voltaren 0,117 ± 0,015 mm; ekstrak 1% 0,377 ± 0,055 mm; ekstrak 2% 0,277 ± 0,021 mm; dan ekstrak 2,5% 0,153 ± 0,047 mm. ANOVA satu arah menunjukkan perbedaan bermakna (p0,05), sedangkan uji Tukey menunjukkan kelompok ekstrak 2,5% tidak berbeda bermakna dari kontrol positif (p0,05). Ekstrak etanol bunga telang menunjukkan aktivitas antiinflamasi topikal, dengan konsentrasi 2,5% memberikan efek paling besar dan mendekati aktivitas Voltaren.