Kepemimpinan lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) tidak hanya berkaitan dengan administrasi operasional, tetapi juga dengan kemampuan kepala satuan mengarahkan perubahan, menjaga mutu pembelajaran, memberdayakan pendidik, dan membangun iklim belajar yang aman serta inklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi kepemimpinan transformasional dan instruksional dalam pengelolaan kurikulum, sumber daya manusia, dan iklim belajar pada lembaga PAUD di Kota Bengkulu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus multisitus. Informan terdiri atas tiga kepala PAUD dan dua belas pendidik pada tiga lembaga yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi nonpartisipan, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat dengan triangulasi sumber dan metode, member checking, serta audit trail. Hasil menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berfungsi membangun visi bersama, motivasi, rasa memiliki, dan keberanian berinovasi, sedangkan kepemimpinan instruksional menerjemahkan visi tersebut ke dalam perencanaan kurikulum, supervisi pembelajaran, pemanfaatan asesmen perkembangan anak, dan tindak lanjut peningkatan kompetensi pendidik. Integrasi kedua pendekatan membentuk siklus kepemimpinan yang mencakup penetapan arah, penguatan kapasitas, pendampingan implementasi, pemantauan bukti, dan refleksi perbaikan. Hambatan utama meliputi keterbatasan waktu supervisi, variasi kompetensi pendidik, beban administrasi, dan keterbatasan anggaran pengembangan profesional. Temuan menegaskan bahwa tata kelola PAUD yang efektif membutuhkan kepemimpinan yang visioner sekaligus dekat dengan praktik pembelajaran.
Copyrights © 2025