Kekakuan pemahaman tekstual keagamaan memicu konflik sosioreligius terhadap kemajuan teknologi. ‘Aḥmad Al-Gumārī, ulama hadis tradisional abad ke-20, justru hadir menawarkan ijtihad progresif berbasis paradigma rasio (bi al-ra'yi). Penelitian ini bertujuan melihat konstruksi hierarki metodologi Al-Gumārī dalam mendialogkan ayat Al-Qur'an dengan produk sains modern. Riset kepustakaan kualitatif ini membedah data primer kitab Muṭābaqah al-‘Ikhtirā’āt al-’Aṣriyyah melalui pendekatan historis dan filosofis. Al-Gumārī dalam kitab tersebut berhasil mengontekstualisasikan isyarat Al-Qur'an ke dalam tiga sektor nyata, yaitu kendaraan, alat komunikasi, dan daya listrik. Paradigma penafsiran bi al-ra'yi miliknya bekerja lewat lima tahapan ketat: Al-Qur'an sebagai sumber utama, munāsabāt ayat, dukungan hadis prediktif, rujukan pendapat ulama, dan kontekstualisasi kritis. Model ini menjadi alternatif moderat yang kokoh dari sudut pandang tradisionalis dalam mendamaikan wahyu dengan sains kontemporer. Kata Kunci: ‘Aḥmad Al-Gumārī, Penafsiran Bi al-Ra‘yi, Sains Modern, Tafsir Al-Qur'an.
Copyrights © 2026