Abstrak Penelitian ini membahas fonologi akustik, cabang linguistik yang menganalisis gelombang suara, dengan fokus pada perbedaan pengucapan kosakata serupa dalam Bahasa Sunda (BS) dan Bahasa Bali (BB). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengucapan kosakata serupa dalam bahasa Bali dan Sunda menggunakan perangkat lunak Praat melalui analisis durasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan komparatif, berdasarkan teori sistem bunyi konsonan dan diagram vokal bahasa Bali oleh Purwiati (2013) dan teori sistem bunyi konsonan dan diagram vokal menurut Sudaryat (2013). Data dikumpulkan melalui wawancara dengan penutur asli menggunakan alat perekam suara dan aplikasi Praat sebagai instrumen penelitian. Penelitian ini menemukan bahwa meskipun terdapat persamaan kosakata secara ortografis, terdapat perbedaan dalam makna, pengucapan, dan transkrip fonetiknya. Perbedaan tersebut disebabkan oleh durasi pengucapan, penekanan saat pengucapan, dan tinggi rendahnya suara. Adapun persamaan kosakata antara bahasa Bali dan Sunda sebagian besar disebabkan oleh warisan bahasa proto (cognate). Kata kunci; Bahasa Bali, Bahasa Sunda, Praat. Abstract This study examines acoustic phonology, a branch of linguistics concerned with the analysis of speech sound waves, by focusing on differences in the pronunciation of similar lexical items in Sundanese and Balinese. It aims to analyze the pronunciation of comparable vocabulary in both languages using the Praat software through duration analysis. The study employs a descriptive method with a comparative approach, grounded in the theory of the Balinese consonant sound system and vowel diagram proposed by Purwiati (2013) and the Sundanese consonant sound system and vowel diagram described by Sudaryat (2013). Data were collected through interviews with native speakers using audio recording devices, with Praat serving as the primary research instrument. The findings reveal that despite orthographic similarities between certain lexical items in Sundanese and Balinese, differences exist in their meanings, pronunciations, and phonetic transcriptions, which are influenced by variations in articulatory duration, stress, and pitch, while the observed lexical similarities are largely attributed to their shared proto-language heritage (cognates). Keyword: Balinese, Sundanese, Praat.
Copyrights © 2026