Perairan Donan, Cilacap, merupakan estuari yang rentan terhadap pencemaran logam berat (Cu dan Zn) akibat intensitas kegiatan industri dan domestik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika akumulasi logam Cu dan Zn pada kompartemen lingkungan (air dan sedimen) serta potensinya pada makrozoobentos Diopatra claparedii sebagai bioindikator. Metode survei digunakan dengan pengambilan sampel air, sedimen, dan cacing pada beberapa stasiun pengamatan. Konsentrasi total logam diukur menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) dan dianalisis menggunakan spearmani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sedimen bertindak sebagai penampung utama, dengan korelasi positif yang signifikan antara konsentrasi logam di air dan sedimen (R=0,63; p=0,0011). Bioakumulasi logam berat pada D. claparedii sangat kuat dan positif berkorelasi dengan konsentrasi pada sedimen (R=0,66; p=0,00049), menegaskan sedimen sebagai jalur paparan utama. Meskipun demikian, korelasi dengan air juga signifikan (R=0,47; p=0,02), menunjukkan adanya jalur paparan sekunder. Kesimpulan: Cacing Diopatra claparedii terbukti sangat efektif dan valid sebagai bioindikator pencemaran logam Cu dan Zn di Perairan Donan karena kemampuannya secara akurat merefleksikan tingkat kontaminasi di kedua kompartemen lingkungan, khususnya sedimen.Kata kunci : Akumulasi, Bioindikator, Diopatra claparedii, Logam Berat, Sedimen
Copyrights © 2026