Latar belakang: PT PLN (Persero) mengembangkan investasi melalui entitas joint venture dan asosiasi untuk mendukung ekspansi bisnis, pengembangan pembangkit listrik, transisi energi, serta efisiensi kebutuhan modal. Namun, pertumbuhan portofolio tersebut perlu dievaluasi lebih lanjut untuk mengetahui apakah return yang dihasilkan benar-benar berkontribusi terhadap kinerja perusahaan setelah mempertimbangkan risiko. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah efisiensi portofolio berbasis Accounting Return memediasi hubungan antara Accounting Return dan kinerja perusahaan, serta apakah efisiensi portofolio berbasis Cash Return memediasi hubungan antara Cash Return dan kinerja perusahaan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel 22 entitas joint venture dan asosiasi PLN Group selama periode 2019–2024. Metode analisis meliputi statistik deskriptif, efficient frontier, regresi data panel, serta pengujian mediasi menggunakan Sobel test dan bootstrap indirect effect. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi portofolio berbasis Accounting Return berperan dalam memediasi hubungan antara Accounting Return dan kinerja perusahaan. Sebaliknya, efisiensi portofolio berbasis Cash Return belum terbukti memediasi hubungan antara Cash Return dan kinerja perusahaan. Hasil efficient frontier juga menunjukkan bahwa portofolio berbasis Accounting Return memiliki efisiensi risiko–return yang lebih kuat dibandingkan portofolio berbasis Cash Return. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa Accounting Return menjadi dasar evaluasi yang lebih kuat dalam menilai kualitas kontribusi portofolio joint venture dan asosiasi dibandingkan Cash Return. Oleh karena itu, evaluasi portofolio tidak cukup hanya berfokus pada dividen kas, tetapi juga perlu mempertimbangkan laba yang diakui, risiko historis, dan efisiensi risk-adjusted return.
Copyrights © 2026