Stroke merupakan penyebab utama kematian dan disabilitas di seluruh dunia, yang berdampak pada kesejahteraan fisik, psikologis, dan spiritual pasien. Pasien stroke dalam fase paliatif berisiko mengalami depresi akibat keterbatasan fisik dan ketergantungan pada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendampingan spiritual terhadap tingkat depresi pada pasien stroke fase paliatif di Poliklinik Neurologi RSUD Sungai Lilin pada tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pra-eksperimental jenis *one-group pretest-posttest* dengan 30 responden yang dipilih melalui teknik *purposive sampling*. Tingkat depresi diukur menggunakan *Beck Depression Inventory-II* (BDI-II) dan dianalisis dengan uji *Paired Sample t-Test*. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami depresi berat (60,0%; skor rata-rata 30,00), yang kemudian menurun menjadi kategori depresi sedang (83,3%) dan ringan (16,7%) setelah intervensi (skor rata-rata 23,07). Uji *Paired Sample t-Test* menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05), yang mengindikasikan adanya pengaruh signifikan dari pendampingan spiritual dalam menurunkan tingkat depresi. Pendampingan spiritual direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan holistik bagi pasien stroke fase paliatif.
Copyrights © 2026