Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi paling ideal bagi bayi sebab kandungan gizinya sangat berperan dalam menunjang tumbuh kembang bayi secara optimal. Salah satu faktor penentu keberhasilan pemberian ASI adalah kelancaran produksinya. Sayangnya, pada masa nifas produksi ASI kerap terganggu akibat berbagai faktor, salah satunya kondisi psikologis ibu seperti rasa cemas, tekanan pikiran, maupun kelelahan fisik. Untuk mengatasi hal tersebut, hypnobreastfeeding menjadi salah satu alternatif terapi yang dapat diterapkan guna membantu memperlancar produksi ASI. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi ada tidaknya perbedaan kelancaran produksi ASI sebelum dan sesudah pemberian terapi hypnobreastfeeding pada ibu nifas di PMB Lia Nurmala Kota Jambi. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sebanyak 20 orang ibu nifas dilibatkan sebagai responden melalui teknik total sampling. Intervensi hypnobreastfeeding diberikan dalam durasi 15–20 menit, dilakukan tiga kali setiap minggunya. Data kelancaran produksi ASI dikumpulkan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis dengan uji Paired Sample t-Test. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh rata-rata skor kelancaran produksi ASI sebelum terapi sebesar 4,60, dan meningkat menjadi 6,75 setelah terapi diberikan, atau terjadi kenaikan rata-rata sebesar 2,15 poin. Uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai t sebesar -8,826 dengan df 19 dan nilai p = 0,000. Oleh karena nilai p tersebut lebih kecil dari 0,05, maka H₀ ditolak dan H₁ diterima, yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna pada kelancaran produksi ASI sebelum dan sesudah diberikan terapi hypnobreastfeeding pada ibu nifas di PMB Lia Nurmala Kota Jambi. Dengan demikian, hypnobreastfeeding dapat dijadikan sebagai salah satu pilihan terapi komplementer untuk membantu meningkatkan kelancaran produksi ASI pada ibu nifas.
Copyrights © 2026