SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
Vol. 6 No. 3 (2026)

EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA MARTABAK MANIS BANGKA DAN ALAT MUSIK REBANA PENGIRING DAMBUS

Rosherina Angeli (Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar)
Resianna Dwipitri Situmorang (Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar)
Rahel Jesika Simbolon (Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar)
Dita Keysia Rotua Situmeang (Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar)
Iyan Romando Purba (Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar)
Betaria Dosma Saroha (Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar)



Article Info

Publish Date
15 Aug 2026

Abstract

Mathematics is often considered abstract and difficult for students to understand because learning is rarely associated with real life. This study aims to explore and reveal formal mathematical concepts embedded in local cultural objects, namely Bangka sweet martabak and the tambourine musical instrument accompanying dambus. The research method used is a descriptive qualitative approach with an ethnographic model through observation techniques, in-depth interviews with three key informants, and literature study. The exploration results show various fundamental mathematical concepts in both cultural objects, including 2D and 3D curved shapes, fractions, reflective and rotational symmetry, algebra, and proportions. The surfaces of martabak and tambourine represent circles and cylinders, the cutting process forms sectors and fractions, while nail arrangement applies symmetry and angles. The novelty of this research lies in combining culinary and performing art entities as contextual mathematics learning media. The implication indicates that integrating ethnomathematics from sweet martabak and tambourines can serve as an innovative instructional resource to enhance students' conceptual understanding while sustainably preserving regional cultural heritage. ABSTRAK Matematika sering dianggap abstrak dan sulit dipahami oleh siswa karena pembelajaran kurang dikaitkan dengan kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi serta mengungkap konsep matematika formal yang tersembunyi pada objek budaya lokal martabak manis Bangka dan alat musik rebana pengiring dambus. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi melalui teknik observasi, wawancara mendalam terhadap tiga informan kunci, dan studi literatur. Hasil eksplorasi menunjukkan adanya berbagai konsep matematika mendasar pada kedua objek budaya tersebut, meliputi konsep bangun datar dan bangun ruang sisi lengkung, pecahan, simetri lipat dan putar, aljabar, serta perbandingan. Permukaan martabak dan rebana merepresentasikan bangun lingkaran dan tabung, proses pemotongan membentuk juring dan pecahan, serta penataan paku menerapkan simetri dan sudut. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggabungan dua entitas budaya kuliner dan kesenian lokal sebagai media pembelajaran matematika kontekstual. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi etnomatematika martabak manis dan rebana dapat dijadikan sebagai bahan ajar inovatif untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa sekaligus melestarikan warisan budaya daerah secara berkelanjutan.  

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

science

Publisher

Subject

Education

Description

Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan ...