Kecemasan terhadap pernikahan telah menjadi salah satu masalah psikologis yang semakin sering ditemui di kalangan dewasa awal, termasuk di Kabupaten Karawang, wilayah yang dalam enam tahun terakhir justru mencatat penurunan angka pernikahan yang konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh fatherless terhadap kecemasan menikah pada dewasa awal di Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas. Sampel penelitian berjumlah 400 dewasa awal yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria berusia 18-40 tahun, belum menikah, dan berdomisili di Kabupaten Karawang. Fatherless diukur dengan Father Involvement Scale, sedangkan kecemasan menikah diukur dengan skala kecemasan. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fatherless berpengaruh negatif signifikan terhadap kecemasan menikah. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,870 menunjukkan bahwa fatherless menjelaskan 87% kecemasan menikah, sedangkan 13% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Hal ini menegaskan bahwa kualitas relasi dengan ayah adalah salah satu fondasi psikologis paling menentukan dalam kesiapan dewasa awal menghadapi pernikahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rendahnya keterlibatan ayah yang dialami individu (fatherless) berkaitan dengan meningkatnya kecemasan menikah pada dewasa awal di Kabupaten Karawang. Temuan ini menegaskan pentingnya keterlibatan ayah yang konsisten sejak masa kanak-kanak sebagai bekal psikologis anak dalam membangun kesiapan menikah di masa dewasa.
Copyrights © 2026