Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menjadikan smartphone sebagai bagian penting dalam kehidupan Generasi Z. Penggunaan smartphone yang semakin tinggi memberikan berbagai kemudahan dalam aktivitas sehari-hari, tetapi juga dapat memunculkan masalah psikologis, salah satunya nomophobia, yaitu kecemasan ketika individu tidak dapat mengakses smartphone. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-esteem dan loneliness terhadap nomophobia pada Generasi Z di Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Responden penelitian berjumlah 210 Generasi Z berusia 15–28 tahun yang berdomisili di Kabupaten Karawang dan merupakan pengguna aktif smartphone. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan Nomophobia Questionnaire (NMP-Q), Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), dan UCLA Loneliness Scale Version 3, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan JASP 0.19.2.0 dan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-esteem dan loneliness secara simultan berpengaruh signifikan terhadap nomophobia dengan kontribusi sebesar 15,8%. Secara parsial, self-esteem berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nomophobia, sedangkan loneliness berpengaruh positif dan signifikan terhadap nomophobia. Dengan demikian, semakin tinggi self-esteem, semakin rendah kecenderungan nomophobia, sedangkan semakin tinggi loneliness, semakin tinggi kecenderungan nomophobia pada Generasi Z di Kabupaten Karawang.
Copyrights © 2026