Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

SELF-ESTEEM AS A PROTECTIVE FACTOR AGAINST FEAR OF MISSING OUT IN SOCIAL MEDIA ENGAGEMENT AMONG EMERGING ADULTHOOD Carolina Ester Sopyana Tampubolon; Nuram Mubina; Yuwono Pratomo
EDUCATIONE Volume 4, Issue 1, January 2026
Publisher : CV. TOTUS TUUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59397/edu.v4i1.129

Abstract

This study aims to determine the effect of self-esteem on Fear of Missing Out (FoMO) on emerging adulthood of Instagram users in Karawang. FoMO is a feeling of anxiety when not connected to social activities that others do, as well as an urge to continue engaging in social experiences through social media. This study used a quantitative approach with 222 respondents in the age range of 18 to 25 years. The sampling technique used is convenience sampling. The measurement tool used in this study was adapted from Online Fear of Missing Out and adopted from the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). The hypothesis test uses simple linear regression. The results showed that self-esteem had a negative effect on FoMO with a contribution of 17.3%. Individuals in emerging adulthood with high self-esteem tend to have lower levels of FOMO.
Generasi Z dan Ketakutan Tanpa Ponsel: Pengaruh Sensation Seeking dan Kontrol Diri terhadap Nomophobia di Karawang Shifa Salsabila Annisa; Nur Ainy Sadijah; Yuwono Pratomo
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 04 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v3i04.2571

Abstract

Perkembangan teknologi digital meningkatkan intensitas penggunaan smartphone, khususnya pada Generasi Z, sehingga memicu risiko nomophobia atau kecemasan berlebihan saat tidak dapat mengakses ponsel. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh sensation seeking dan kontrol diri terhadap nomophobia pada Generasi Z di Kabupaten Karawang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain kausal komparatif. Sampel sebanyak 348 responden dipilih melalui purposive sampling dengan kriteria usia 12–25 tahun, berdomisili di Karawang, dan menggunakan smartphone ≥4 jam/hari. Instrumen meliputi NMPQ-10, BSSS-I, dan BSCS. Analisis regresi berganda menunjukkan sensation seeking (p = 0,006) berpengaruh positif signifikan, sedangkan kontrol diri (p = 0,000) berpengaruh negatif signifikan. Kedua variabel tersebut secara bersama-sama berkontribusi sebesar 49,6% terhadap tingkat nomophobia. Temuan ini menegaskan perlunya strategi pencegahan yang menggabungkan penguatan kontrol diri, literasi digital, dan pengelolaan lingkungan digital.
WORKING STUDENTS AND THE CLOCK: HOW LEARNING MOTIVATION SHAPES ACADEMIC PROCRASTINATION Rakha Pasha Rizaldi; Nur Ainy Sadijah; Yuwono Pratomo
EDUCATIONE Volume 4, Issue 1, January 2026
Publisher : CV. TOTUS TUUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59397/edu.v4i1.119

Abstract

This study aims to determine the influence of learning motivation and self-regulation on the academic procrastination of students working at X Karawang University. The population in this study of students working at Universitas X Karawang was 3,306 and the sample determination was 344 using the Issac and Michael formula with an error rate of 5%, the sampling used was a non-probability sampling method  by applying accidental sampling techniques. This study uses three psychological measurement tools: Academic Procrastination Scale (APS), Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ), and Short Self-Regulation Questionnaire (SSRQ), this research method uses quantitative methods. Try-out, validity and realism test, data analysis using assumption tests, namely normality tests and linearity tests, and hypothesis tests, namely t-tests, f tests, multiple linear regression analysis and determination coefficients, data processing is carried out through  the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) application for Windows version 29.0. The results of multiple linear regression analysis suggest that the data is normally distributed (p = 0.095 > 0.05) and show a linear relationship between independent and dependent variables. The results of the hypothesis test revealed a significant negative influence of learning motivation on academic procrastination, Ha was accepted while H0 was rejected. The results of the second hypothesis test indicated that there was no effect of self-regulation on academic procrastination, so H0 was accepted. The results of the third hypothesis test, with a significance value of 0.002 (<0.05), indicate that learning motivation and self-regulation have a significant effect on academic procrastination, thus, the hypothesis is accepted.
Ketika Smartphone Sulit Dilepaskan: Pengaruh Self-Esteem dan Loneliness terhadap Nomophobia pada Generasi Z Luthfia Nabillah Nurhidayati; Nuram Mubina; Yuwono Pratomo
Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS) Vol. 5 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/ijoms.v5i2.2476

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menjadikan smartphone sebagai bagian penting dalam kehidupan Generasi Z. Penggunaan smartphone yang semakin tinggi memberikan berbagai kemudahan dalam aktivitas sehari-hari, tetapi juga dapat memunculkan masalah psikologis, salah satunya nomophobia, yaitu kecemasan ketika individu tidak dapat mengakses smartphone. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-esteem dan loneliness terhadap nomophobia pada Generasi Z di Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Responden penelitian berjumlah 210 Generasi Z berusia 15–28 tahun yang berdomisili di Kabupaten Karawang dan merupakan pengguna aktif smartphone. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan Nomophobia Questionnaire (NMP-Q), Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), dan UCLA Loneliness Scale Version 3, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan JASP 0.19.2.0 dan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-esteem dan loneliness secara simultan berpengaruh signifikan terhadap nomophobia dengan kontribusi sebesar 15,8%. Secara parsial, self-esteem berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nomophobia, sedangkan loneliness berpengaruh positif dan signifikan terhadap nomophobia. Dengan demikian, semakin tinggi self-esteem, semakin rendah kecenderungan nomophobia, sedangkan semakin tinggi loneliness, semakin tinggi kecenderungan nomophobia pada Generasi Z di Kabupaten Karawang.
Kesepian pada Remaja Pengguna Media Sosial: Menilik Kelekatan Orang Tua Dan Self-Esteem Salsabila Abdullah; Dinda Aisha; Yuwono Pratomo
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1305

Abstract

Ketergantungan remaja pada media sosial menurunkan interaksi sosial tatap muka dan memicu kesepian akibat minimnya kedekatan emosional, yang terlihat melalui kecanduan layar, sering memeriksa notifikasi, obsesi validasi digital, FoMO, hingga isolasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kelekatan orang tua dan self-esteem terhadap kesepian pada remaja pengguna aktif media sosial di Karawang. Hipotesis dalam penelitian ini adanya pergaruh kelekatan orang tua dan self-esteem terhadap kesepian. Penelitian ini menggunakan desain kausalitas melibatkan 386 remaja berusia 12-21 tahun yang dipilih menggunakan Convenience sampling. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan spss vesion 25. Data dikumpulkan melalui tiga instrumen yaitu, Paret Child Relationship (IPPA) untuk mengukur kelekatan orang tua, Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) mengukur harga diri dan UCLA Loneliness Scale Version 3 untuk mengukur kesepian. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa kelekatan orang tua dan Self-Esteem secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kesepian, dengan kontribusi sebesar 63,6%, sedangkan 36,4% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Secara parsial, kelekatan orang tua berpengaruh signifikan sebesar 18,6% dan Self-Esteem berpengaruh signifikan sebesar 44,9%.