Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan ontogenic obstacle (hambatan ontogenik) siswa dalam menyelesaikan soal pecahan aljabar ditinjau dari kategori kesalahan AVAE (ARITH, VAR, AE, dan EQS). Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini melibatkan 27 siswa kelas VII SMP. Data dikumpulkan melalui tes tertulis hambatan belajar, wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumentasi, serta diuji keabsahannya menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ontogenic obstacle teridentifikasi pada siswa dengan kategori kesalahan ARITH (aritmetika) dan VAR (variabel), sementara kategori AE (ekspresi aljabar) dan EQS (tanda sama dengan) tidak menunjukkan hambatan ontogenik. Hambatan ontogenik yang ditemukan terbagi menjadi tiga sifat, yaitu: (1) psikologis akibat rendahnya motivasi dan anggapan materi yang rumit, (2) instrumental akibat lemahnya pemahaman prasyarat teknis seperti KPK dan operasi dasar, serta (3) konseptual akibat pemahaman materi prasyarat yang masih bersifat parsial. Temuan ini dapat dijadikan acuan empiris bagi pendidik dalam mendesain bahan ajar dan didactical design yang lebih komprehensif pada materi pecahan aljabar.
Copyrights © 2026