Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana menerapkan manajemen risiko dalam pengoperasian laboratorium pendidikan untuk membuat lingkungan belajar yang aman, efisien, dan berkelanjutan. Dalam penelitian ini, metode kualitatif digunakan, dengan observasi langsung, wawancara, dan analisis dokumen yang berkaitan dengan prosedur operasional standar (SOP) laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko diidentifikasi melalui pemetaan bahaya fisik, kimia, dan teknis yang mungkin muncul selama kegiatan praktikum. Proses analisis dan evaluasi risiko telah dilakukan, tetapi tidak ada dokumentasi tertulis dan pelatihan keselamatan yang cukup untuk peserta didik. Alat keselamatan dasar, penerapan prosedur operasi standar (SOP), dan pengawasan guru atau laboran pada setiap aktivitas praktikum adalah semua cara pengendalian risiko dilakukan. Studi ini menunjukkan bahwa laboratorium pendidikan telah menerapkan manajemen risiko, tetapi diperlukan peningkatan pelatihan keselamatan, evaluasi berkala, dan penyempurnaan prosedur operasional standar (SOP) untuk membuat operasi laboratorium lebih aman dan terkendali.
Copyrights © 2026