Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk kritik sosial dalam novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik baca, catat, dan dokumentasi. Novel ini dipilih karena memuat permasalahan sosial yang dekat dengan realitas masyarakat Indonesia. Landasan teori yang digunakan adalah konsep masalah sosial Soekanto (2012) yang mencakup sembilan jenis kritik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini mengandung tujuh bentuk kritik sosial, yaitu: (1) kemiskinan yang bersifat struktural akibat eksploitasi sumber daya alam oleh pemilik tambang, (2) kejahatan berupa kekerasan fisik dan intimidasi yang dilakukan aparat negara, (3) disorganisasi keluarga yang tercermin dari konflik antara Rudi dan ibunya, (4) peperangan berupa kerusuhan terbuka antara pekerja asing dan lokal, (5) pelanggaran norma-norma masyarakat melalui pembungkaman kebebasan pers, (6) masalah lingkungan hidup akibat eksploitasi tambang yang merusak ekosistem dan kesehatan warga, serta (7) birokrasi yang korup dan tidak berpihak pada rakyat kecil. Novel ini menjadi media kritik terhadap ketidakadilan sosial, eksploitasi lingkungan, dan penyalahgunaan kekuasaan dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Copyrights © 2026