Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik kesantunan berbahasa netizen dalam komentar pada konten klarifikasi Gus Elham di platform TikTok berdasarkan prinsip kesantunan berbahasa menurut Leech. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data berupa komentar netizen pada lima belas konten klarifikasi Gus Elham yang diunggah melalui berbagai akun TikTok pada periode 11–17 November 2025. Data dikumpulkan melalui metode simak dengan teknik catat dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik kesantunan berbahasa netizen diwujudkan melalui pematuhan dan pelanggaran terhadap enam maksim kesantunan, yaitu maksim kearifan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, kesepakatan, dan simpati. Dari 70 data tuturan yang dianalisis, ditemukan 26 data pematuhan dan 44 data pelanggaran. Maksim simpati menjadi bentuk pematuhan yang paling dominan, sedangkan pelanggaran paling banyak ditemukan pada maksim kearifan dan maksim pujian. Temuan tersebut menunjukkan bahwa interaksi netizen dalam kolom komentar TikTok lebih banyak didominasi oleh pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa dibandingkan pematuhannya.
Copyrights © 2026