Mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi rentan mengalami burnout akademik akibat tuntutan penyelesaian tugas akhir yang tinggi dan berkepanjangan. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam menekan risiko burnout akademik ialah kemampuan regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh regulasi emosi terhadap burnout akademik pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain regresional. Sampel penelitian berjumlah 125 mahasiswa tingkat akhir yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling jenis convenience sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap burnout akademik dengan nilai koefisien regresi sebesar -0,613 dan signifikansi < 0,001. Nilai R Square sebesar 0,217 menunjukkan bahwa regulasi emosi mampu memprediksi burnout akademik sebesar 21,7%, sedangkan 78,3% sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Dengan demikian, H1 yang menyatakan terdapat pengaruh regulasi emosi terhadap burnout akademik pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi dinyatakan diterima. Artinya, semakin tinggi regulasi emosi yang dimiliki mahasiswa, maka semakin rendah burnout akademik yang dialami, dan sebaliknya.
Copyrights © 2026