Dewasa awal merupakan tahap dari remaja menuju kedewasaan. Pada tahap ini, individu mulai menghadapi perubahan-perubahan, seperti kemandirian secara ekonomi, pengambilan keputusan, dan tanggung jawab yang lebih besar. Adanya perubahan serta tuntutan, khususnya pada perempuan lebih rentan mengalami tekanan psikologis saat merasa tidak dapat memenuhi standar sosial yang ditetapkan, sehingga dapat memicu munculnya quarter life crisis. Salah satu faktor yang dapat berperan dalam menghadapi kondisi tersebut yaitu berasal dari dukungan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan orang tua dengan quarter life crisis pada perempuan dewasa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Partisipan berjumlah 385 perempuan berusia 20-25 tahun, yang berdomisili di DKI Jakarta, menggunakan teknik non-probabilty sampling dengan jenis purposive sampling. Alat ukur dukungan orang tua sebanyak 27 item dengan koefisien reliabilitas (α) = 0,926 dan alat ukur quarter life crisis sebanyak 27 item dengan koefisien reliabilitas (α) = 0,910. Penelitian ini menggunakan uji korelasi Spearman rank, dengan nilai koefisien korelasi -0,556 dan nilai signifikansi (p) = 0,000. Hipotesis pada penelitian ini yaitu terdapat hubungan negatif yang signifikan antara dukungan orang tua dengan quarter life crisis pada Perempuan dewasa awal, artinya semakin tinggi dukungan orang tua, maka semakin rendah quarter life crisis, dan sebaliknya semakin rendah dukungan orang tua, maka semakin tinggi quarter life crisis.
Copyrights © 2026