Tidur merupakan kebutuhan penting, tetapi perkembangan teknologi digital dan kemudahan akses platform layanan streaming membuat dewasa awal semakin rentan menunda waktu tidur secara sengaja meskipun menyadari konsekuensinya. Bedtime procrastination dapat dipengaruhi oleh kegagalan pengendalian diri, kondisi energi mental yang rendah, impulsivitas, rendahnya ketelitian dan tanggung jawab, distraksi modern dan lingkungan digital, serta kronotipe (eveningness). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran bedtime procrastination pada dewasa awal pengguna platform layanan streaming. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik incidental sampling. Sampel penelitian berjumlah 176 dewasa awal berusia 18-25 tahun yang menggunakan platform layanan streaming dan memiliki kebiasaan menonton pada malam hari. Pengumpulan data menggunakan Bedtime procrastination Scale (BPS) yang diadaptasi dan dimodifikasi menjadi 54 item. Pengujian validitas menggunakan corrected item-total correlation (≥ 0,30), menghasilkan 27 item valid pada putaran kedua dengan uji reliabilitas Cronbach's Alpha sebesar 0,893. Hasil penelitian menunjukkan 92 responden (52,3%) berada pada kategori bedtime procrastination tinggi dan 84 responden (47,7%) pada kategori rendah. Mayoritas responden menonton streaming 1-3 jam per malam (67,1%) dan memiliki waktu tidur 5-6 jam per hari (65,9%). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara jumlah waktu tidur per hari (???? = 0,007) serta durasi menonton streaming per malam (???? = 0,002) dengan bedtime procrastination. Namun, tidak terdapat hubungan signifikan antara status kuliah atau bekerja dengan bedtime procrastination (???? = 0,641). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bedtime procrastination pada dewasa awal pengguna streaming cenderung tinggi.
Copyrights © 2026