Remaja madya merupakan fase perkembangan yang ditandai oleh meningkatnya dorongan seksual, rasa ingin tahu, ketertarikan terhadap hubungan romantis, serta kecenderungan mencoba pengalaman baru. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kerentanan terhadap perilaku seksual pranikah, terutama ketika kemampuan pengendalian diri belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kontrol diri dalam memprediksi kecenderungan perilaku seksual pranikah pada remaja madya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain non-eksperimental korelasional. Partisipan berjumlah 115 remaja madya berusia 15–18 tahun, berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan, serta sedang atau pernah menjalani hubungan pacaran. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Perilaku seksual pranikah diukur menggunakan skala berdasarkan teori Sarwono (2020) yang terdiri atas 19 item valid dengan reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0,936. Kontrol diri diukur menggunakan skala berdasarkan teori Averill (1973) yang terdiri atas 23 item valid dengan reliabilitas sebesar 0,956. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol diri berperan negatif dan signifikan dalam memprediksi kecenderungan perilaku seksual pranikah (B = -0,631; p < 0,001) dengan nilai R² sebesar 0,752. Artinya, kontrol diri menjelaskan 75,2% variasi kecenderungan perilaku seksual pranikah. Mayoritas responden memiliki kontrol diri tinggi (55,7%) dan kecenderungan perilaku seksual pranikah rendah (52,2%). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kontrol diri, semakin rendah kecenderungan perilaku seksual pranikah pada remaja madya.
Copyrights © 2026