Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat literasi kesehatan mental pada mahasiswa Universitas Esa Unggul. Literasi kesehatan mental dipahami sebagai kemampuan individu dalam memperoleh, memahami, dan menggunakan informasi mengenai kesehatan mental, membentuk keyakinan yang tepat, serta menentukan sikap yang sesuai terhadap permasalahan psikologis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif, melibatkan 149 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa skala literasi kesehatan mental yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dengan nilai Cronbach’s Alpha di atas 0,7 pada seluruh aspek, menunjukkan konsistensi pengukuran yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 81 mahasiswa (54,4%) berada pada kategori literasi kesehatan mental rendah, sementara 68 mahasiswa (45,6%) berada pada kategori tinggi. Analisis lebih lanjut memperlihatkan perbedaan berdasarkan usia dan jenis kelamin. Mahasiswa berusia 18–20 tahun lebih banyak berada pada kategori rendah dibandingkan mahasiswa berusia 21–23 tahun yang relatif lebih seimbang. Selain itu, perempuan cenderung memiliki literasi kesehatan mental lebih tinggi dibandingkan laki-laki, dengan 49 perempuan berada pada kategori tinggi, sementara laki-laki hanya 19. Penelitian ini memberikan gambaran bahwa literasi kesehatan mental mahasiswa Universitas Esa Unggul masih perlu ditingkatkan. Temuan ini menegaskan pentingnya upaya penguatan literasi kesehatan mental di lingkungan kampus untuk mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa dan menciptakan suasana akademik yang sehat serta produktif.
Copyrights © 2026