AIde tentang pentahelix merupakan pengembangan dari ide inklusivitas dalam kebijakan publik bahwa semua proses kebijakan publik, mulai dari perumusan sampai evaluasi, sebaiknya deliberatif atau melibatkan sebanyak mungkin pihak yang relevan. Pentahelix mengidentifikasi lima aktor utama, yaitu pemerintah, akademisi, industri, masyarakat, dan media dalam interaksi kolaboratif. Dalam kebijakan penanggulangan kemiskinan, penerapan konsep pentaheliks menarik untuk dibahas, terutama peluang dan tantangannya. Berdasarkan data sekunder yang berhasil didapatkan dan dianalisis secara deskriptif, dapat disebutkan bahwa peluang yang ada meliputi kesetaraan kewenangan dan kemampuan; situasi egaliterian; political will pemerintah; serta munculnya gerakan bersama untuk memerangi kemiskinan. Adapun tantangan yang dapat diidentifikasi meliputi perubahan sosial, politik, dan teknologi; membangun komitmen antikekemiskinan; mengubah perspektif kemiskinan bukan dari ekonomi, melainkan dari humanisme; serta menjadikan pentahelix sebagai konsep umum dalam aktivitas administrasi publik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pentahelix merupakan konsep yang menjanjikan untuk lebih memaksimalkan partisipasi dan demokratisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kata Kunci : Egaliterian; Humanisme; Kebijakan; Kemiskinan; Pentahelix.
Copyrights © 2026