Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi kebijakan pengelolaan sampah terpadu di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, dengan fokus pada ketimpangan infrastruktur dan realitas operasional di lapangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup, petugas kebersihan, tokoh masyarakat, dan masyarakat setempat yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pengelolaan sampah belum berjalan optimal. Keterbatasan anggaran, lemahnya koordinasi kelembagaan, minimnya Tempat Penampungan Sementara (TPS), belum tersedianya fasilitas pendukung 3R, serta terbatasnya armada pengangkut menjadi hambatan utama. Selain itu, rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemilahan sampah memperburuk kondisi lingkungan, seperti munculnya TPS liar, pencemaran, dan penyumbatan drainase. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan sampah di Distrik Walesi masih menghadapi tantangan kebijakan, teknis, dan sosial sehingga diperlukan penguatan kelembagaan, peningkatan infrastruktur, dan pendekatan partisipatif berbasis masyarakat. Kata Kunci : Pengelolaan Sampah, Implementasi Kebijakan, Infrastruktur, Partisipasi Masyarakat
Copyrights © 2026