Selada (Lactuca sativa L.) merupakan komoditas yang mudah mengalami kerusakan setelah panen sehingga memerlukan penanganan pascapanen yang tepat untuk mempertahankan kualitas dan kesegarannya. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui sistem budidaya hidroponik selada serta mengevaluasi penanganan pascapanen yang diterapkan di Riyan Farm, Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Budidaya selada hidroponik dilakukan mulai dari penyemaian hingga tahap pendewasaan. Perlakuan budidaya yang terkontrol, seperti pengaturan pH, pemberian nutrisi AB mix, dan pengendalian hama serta penyakit mampu menghasilkan selada yang berkualitas baik dari segi nutrisi maupun segi penerimaan konsumen. Namun, pengemasan, distribusi, dan penyimpanan pascapanen belum dilakukan secara tepat. Penggunaan plastik PE sebagai kemasan kurang efektif dalam mempertahankan mutu karena permeabilitasnya dapat mempercepat respirasi dan meningkatkan kelembaban yang memicu pembusukan. Proses distribusi masih dilakukan secara sederhana tanpa sistem pendingin. Penyimpanan pada suhu ruang dapat menyebabkan penurunan kualitas selada, seperti layu, susut bobot, dan kerusakan akibat benturan selama distribusi. Perbaikan dapat dilakukan melalui penggunaan kemasan plastik PP, penerapan sistem pendingin selama distribusi dan penyimpanan agar kualitas, kesegaran, dan umur simpan selada dapat dipertahankan hingga sampai ke konsumen.
Copyrights © 2026